Yuk!, Kita Intip Kuliner Pasar Wadai Tembilahan

http://utusanriau.com/application/views/web/berita/77319555124-5bazaar_ramadhan.jpg
Pasar wadai Tembilahan | utusanriau.com
Tembilahan (Inhilklik) - Bagi masyarakat Kota Tembilahan Inhil Riau, keberadaan Pasar Wadai bukan lagi sebagai pasar dadakan, namun menjelang berbuka puasa, Pasar Wadai yang terletak di jalan Gajah Mada ujung Tembilahan ini sudah menjadi sebuah tempat yang harus dan seperti wajib untuk dikunjungi. Lalu apa saja kuliner yang dijajakan para pedagang di pasar ini?

Kunjungan ribuan warga kota yang mencari kuliner favorit berbuka, baik yang sifatnya makan ringan seperti kue-kue sampai kepada jenis makanan yang tergolong berat, seperti sambal dan gulai masakan padang dan jenis masakan dari daerah lain, tentu tidak ketinggalan penganan khusus Inhil yakni "gangan bakaruh".


"Karena sudah jadi kebiasaan, berbuka tanpa gangan bakaruh ini rasanya tidak lengkap," ujar Al, salah seorang warga Tembilahan, yang ditemui di Pasar Wadai, Jum'at (12/7). seperti dilansir riautrust.com


Seperti disebutkan di atas, selain gangan bakaruh, Pasar Wadai yang hanya ada selama bulan Ramadhan itu juga menjual beraneka macam juadah khas Inhil seperti kue kalapon dan kue cucur sampai kepada jenis kue-kue dengan rasa dan model terkini.


Kue kalapon merupakan kue yang terbuat dari tepung beras ketan dan diberi isi gula merah, serta bagian luarnya diberi parutan kelapa. Dimana bagi orang Padang, kue ini dikenal dengan nama Onde-onde.


Sedangkan kue cucur merupakan kue yang dibuat dari tepung dengan adonan bahannya sangat lembut, sehingga ketika menyentuh lidah langsung hancur."Kalau pada hari-hari biasa di luar bulan Ramadhan baik gangan bakaruh maupun kue kalapon dan kue cucur sulit untuk ditemukan, karena jarang orang membuatnya untuk dijual," kata Ita, seorang ibu yang ditemui sedang belanja.


Bagi pedagang di Pasar Wadai, bulan Ramadhan adalah sebuah berkah untuk mendapatkan rezki yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama menjalankan ibadah puasa dan menjelang datangnya lebaran, karena dari hasil penjualan di Pasar Wadai, mereka bisa lebih tenang mempersiapkan lebaran anak-anaknya.


"Alhamdulillah, dengan adanya Pasar Wadai ini saya merasakan suatu berkah yang luar biasa, karena saban hari dalam bulan ini, jualan masakan saya selalu diserbu para pengunjung yang mencari menu berbuka puasa, sehingga dengan hasil ini saya merasa terbantu dalam mempersiapkan lebaran untuk anak-anak dan keluarga saya," ujar Eka, seorang pedagang di Pasar Wadai.


Dari pantauan di Pasar Wadai, para pedagang bukan hanya dari masyarakat suku Banjar, Minang, Jawa dan lainya, melainkan juga warga dari suku Tionghoa juga ikut berpartisipasi mengais rezeki dalam berjualan kuliner ramadhan, baik di Pasar Wadai maupun di sepanjang jalan-jalan Kota Tembilahan. (riautrust/ard)
iklan dibawah berita dekstop