Petani Karet Kini Bisa Tersenyum Manis

Ahad, 12 Februari 2017 - 09:53:43 WIB
Petani Karet Kini Bisa Tersenyum Manis Karet (Foto/Int)

INHILKLIK.COM, TANAHDATAR - Petani Karet sejak sebulan terakhir mulai kembali tersenyum manis. Pasalnya harga Karet mulai awal tahun 2017 lalu, terus merangkak naik.

Minggu (12/2/2017), petani karet menjual Karet siap panen Rp12.500 per kilo. Diprediksi harga karet akan terus meningkat seiring mulai stabilnya perekonomian Indonesia dan dunia.

Sepanjang tahun 2016 silam, petani karet terlihat lesu tak bergairah akibat anjloknya harga komoditi bernilai ekspor itu hingga Rp4.000 - Rp4.500 per kilonya.
 
Salah seorang pemilik kebun karet di Nagari Padang Ganting, Kabupaten Tanahdatar, Propinsi Sumatera Barat, Hendri Gunawan, mengaku senang dan puas dengan terus merangkak naiknya harga karet di tingkat petani.

"Beberapa waktu belakangan ini harga karet terus naik. Sebelumnya sempat naik turun dan tidak menentu. Kondisi itu membuat petani karet kehilangan gairah untuk menyadap getah karet," sebut Hendri Gunawan, sembari tersenyum manis, Minggu (12/2/2017).

Hendri mengatakan, dengan harga karet di kisaran Rp12.500 per kilogram setidaknya petani di daerahnya bisa mendapatkan upah dari menyadap karet Rp150.000 - Rp200.000 setiap hari.

Peredaran uang dan daya beli masyarakat di pasar tradisional setiap daerah penghasil karet terlihat meningkat tajam. Masyarakat yang biasa tidak ke pasar disebabkan harga karet anjlok, kini mulai ke pasar lagi.

Begitu juga dengan daya beli masyarakat di warung-warung dikampung penghasil karet, juga terlihat daya beli masyarakat melonjak drastis.

"Alhamdulillah sejak karet naik, masyarakat mulai berbelanja lagi. Biasanya karena harga karet murah, masyarakat hemat, semua ditahan. Dan kami pelaku usaha rumahan ini tidak jual beli, sehingga sempat berhenti produksi," sebut pelaku usaha rumahan Mirna, kepada awak media, saat bercerita akibat anjloknya harga karet.

Petani Karet dan pelaku usaha rumahan berharap agar harga karet terus merangkak naik dan bisa bertahan. "Kita berharap agar stabil, sehingga masyarakat petani memiliki daya beli yang tinggi, dengan begitu perekonomian dan perputaran uang jadi meningkat di sini," harap ibu muda dua anak itu. (bertuahpos)