Cerita Mistis di Lokasi Longsor yang Renggut Empat Nyawa, Mertua Selamat karena Sembahyang

Ahad, 09 Desember 2018 - 23:55:58 WIB
Cerita Mistis di Lokasi Longsor yang Renggut Empat Nyawa, Mertua Selamat karena Sembahyang

INHILKLIK.COM, BALI - Lokasi rumah pegawai bank swasta di Bali, Made Oktara Dwi Palguna alias Ade (30) dikenal angker. Rumah Ade terseret longsor hingga merenggut 4 nyawa. Istri dan 3 anak Ade meninggal akibat terbukur longsor, Sabut (8/12/2018).

Dikutip inhilklik.com  dari laman pojoksatu.id, Kakek Ade, Nyoman Sumiarna mengatakan, di belakang rumah Ade di Jalan Pratu Made Rambug Gang Taman Beji 4 Banjar Sasih Desa Batubulan, Gianyar, Bali, itu terdapat Pura Beji yang cukup dikeramatkan.

Karena itulah, Sumiarna berkali-kali mengingatkan Ade agar menjual rumahnya dan pindah dari tempat tersebut.

Selain alasan kepercayaan dan hitungan Hindu, di sebelah rumah Ade ini juga ada tempat yang dianggap warga sekitar sangat angker.

“Sudah saya peringatkan agar dijual saja rumah itu. Tapi cucu saya ini masih bingung, kalau dijual kan harus dikosongkan dulu, mau tinggal dimana, belum tahu,” ungkapnya saat ditemui di RS Sanglah, Sabtu (8/12).

“Saya bilang nanti kamu dicari Kuntilanak yang di sungai itu. Hanya untuk nakut-nakutin saja, supaya cepat dijual rumah itu,” imbuhn Sumiarna mengenang peringatannya kepada sang cucu.

Menurut Sumiarna, ia tinggal tak jauh dari lokasi itu sejak 18 tahun lalu. Sumiarna pun mengaku pernah digodain penghuni tempat angker tersebut pada pukul 03.00 malam.

Rumah I Made Oktara Dwi Palguna terseret longsor. (Istimewa)

Rumah I Made Oktara Dwi Palguna terseret longsor. (Istimewa)

Bukan hanya Sumiarna, tetangga lain juga pernah mengalami hal serupa. Oleh karena itu dirinya getol menyuruh cucunya pindah.

“Percaya nggak percaya sih. Dulu ada tetangga pulang lewat tengah malam di situ dah. Melihat banyak anak kecil main-main di pinggir jalan tanpa pakai baju. Nah itu kan tuyul,” katanya.

Kalau saya kan dimintai bonceng saat itu. Bulu kuduk sudah berdiri. Mulut sudah monyong mau bersiul. Tapi ndak keluar bunyi. Mau noleh takut karena rasanya berat sekali,” jelasnya.

Seperti diketahui, musibah longsor di Jalan Pratu Made Rambug gang Taman Beji 4 Banjar Sasih Desa Batubulan, Gianyar, menyebabkan istri Ade, Ni Made Lintang Ayu Widnerti (33) meninggal dunia.

Selain istri Ade, ketiga anaknya juga tewas. Ketiganya yakni Ni Putu Delta Larasati Palguna (6), Made Dian Aditya Palguna (4) dan Nyoman Adi Anggara Palguna (2). Sedangkan Ade harus mendapatkan perawatan intensif di RS Sanglah lantaran menderita luka cukup parah.

Mertua perempuan Ade, Ni Nyoman Martini (53), yang juga tinggal di rumah itu selamat. Sebab saat kejadian, Ni Nyoman Martin sedang sembahyang di merajan rumah.

Warga mengevakuasi Ade dan keluarganya yang tertimbun longsor. (Bali Express)

Warga mengevakuasi Ade dan keluarganya yang tertimbun longsor. (Bali Express)

Saat sembahyang itulah, rumah menantu dan anaknya diterjang longsor. Ni Nyoman Martin lantas mendatangi Sumiarna di rumahnya yang berjarak sekitar satu kilometer dari TKP.

“Ade metanem (tertimbun),” ucap Ni Nyoman Martini sambil menangis tersedu-sedu.

Mendengar kabar duka tersebut, Sumiarna langsung menuju TKP. Di TKP Sumiarna mengangkat cucunya yang dievakusi menggunakan kasur dan tambang. Ia dibantu warga dan petugas.

“Kondisi Ade komel-komel di pipi kirinya. Kayak disembelih gitu. Dia tidak bisa melek sama sekali. Tangan kirinya remuk, leher juga patah. Paha kiri tertancap aluminium dan perutnya harus dioperasi karena usisnya pecah,” pungkas Sumiarna.