LAM Riau Kirim Penjahit Khusus Untuk Bahlil

Selasa, 11 Desember 2018 - 16:19:39 WIB
LAM Riau Kirim Penjahit Khusus Untuk Bahlil Ketua Umum (Ketun) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bahlil Lahadalia. (Foto/Detik)

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Kurang empat hari lagi akan digelar acara penabalan gelar adat Presiden Jokowi di Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Pekanbaru.

Ketua Umum (Ketun) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Bahlil Lahadalia adalah salah satu tamu jemputan khusus pendamping Presiden. Harus berpakaian Adat Melayu Riau pula.

Untuk persiapan pakaian adat Bahlil, Ketua Umum HIPMI RIAU Datuk Budi Febriadi saat dihubungi via ponsel mengatakan hari ini, Selasa (11/12/18) LAM Riau telah mengirim penjahit khusus ke Jakarta.

"Alhamdulillah Datuk Seri Syahril Abu Bakar (Ketum LAMR.red) kemarin memerintahkan saya mendatangkan penjahit lhusus baju melayu buat Ketum Bahlil di Jakarta, karena waktu sangat mepet" ujar Datuk termuda LAM Riau ini.

Budi juga mengatakan bahwa Bahlil akan datang ke Pekanbaru hari jum'at lusa menggunakan Jet pribadi "Demi menyesuaikan dengan jadwal Presiden maka Ketum Besar Bahlil menggunakan Private Jet saja," terang Budi.

Bahlil juga direncanakan akan diberi sambutan adat dengan dipakaikan tanjak dan kain songket oleh Ketum LAMR di Pekanbaru.

Selain mendampingi Presiden Jokowi, putera Papua tersebut juga ada serangkaian agenda bisnisnya di Riau.

Sebagaimana diketahui bahwa pasca direbutnya Block Rokan dan dikeluarkannya Perpres Nomor 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria yang di dalamnya ada wilayah tanah ulayat ddat Melayu Riau.

Dikatakan Budi, HIPMI Riau yang menjadi penempa peniaga muda Melayu melakukan penguatan diri dengan persiapan perusahaan-perusahaan pendukung, peningkatan kemampuan management usaha sampai dilakukan penguatan permodalan.

"Perintah Datuk Seri Ketum LAM Riau agar HIPMI Riau menjadi gelanggang penyiapan pengusaha melayu Riau. Beliau bilang bahwa pemuda Riau mestilah menjadi tuan di negeri Sendiri. Kami tak boleh lagi ketinggalan atau ditinggalkan dalam peran penting usaha apapun yang berorientasi dari bumi bertuah ini," tutup Datuk Budi dengan nada sedikit keras. (Ard)