5 Fakta Tentang Persetubuhan Orang-Orang Purba yang Bikin Geleng Kepala

Ahad, 17 September 2017 - 18:59:25 WIB
5 Fakta Tentang Persetubuhan Orang-Orang Purba yang Bikin Geleng Kepala

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Sejak manusia diciptakan, ada kebutuhan biologis yang dimediasi lewat hubungan intim. Tujuannya bukan cuma itu, tapi juga melestarikan keturunan. Kalau orang modern saat ini sudah mampu melakukan hubungan dengan ‘wajar’, kira-kira bagaimana dengan orang-orang yang hidup di zaman dulu? Masa di mana ilmu pengetahuan dan sarana untuk melakukannya masih sangat kurang. Apakah mereka juga mengerti tentang persetubuhan?

Jawabannya, tentu saja mereka mengerti! Banyak yang peninggalan zaman purba yang membuktikan bahwa mereka yang hidup di gua juga ‘mahir begituan’. Peneliti melakukan beberapa metode untuk mengetahui seperti apa kehidupan percintaan orang zaman purba. Dari penelitian itu pula ditemukan budaya dan juga seni yang merujuk pada kehidupan intim para manusia purba. Berikut ini beberapa fakta bagaimana orang jaman dulu bercinta!

Bercinta dengan binatang

Studi menyimpulkan bahwa nenek moyang kita pada zaman dulu juga kerap berhubungan badan dengan binatang. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya gambar pada salah satu gua di Perancis. Gambar tersebut seperti bercerita, bagaimana singa betina menjilati alat vital manusia raksasa atau Vulva.

 

Bercinta dengan binatang [image source]

Sebuah lukisan lain juga ditemukan di Italia, menggambarkan seorang pria yang berhubungan badan dengan keledai betina. Beberapa gambar tersebut bahkan memiliki bagian integral dalam sejarah keluarga.

 

Menghormati Patung Venus simbol kesuburan

Konon, patung Venus merupakan gambaran Afrodit dan Etruscan deity Turan. Afrodit merupakan dewi cinta, kecantikan dan seksual. Dipercaya bahwa nafsu untuk memiliki Afrodit bisa memecah belah para dewa. Lantas, siapa itu Etruscan deity Turan?

 

patung venus simbol kesuburan [image source]

Dia adalah dewi yang juga melambangkan cinta, kesuburan, dan dianggap sebagai pelindung kota Velch. Turan sering digambarkan sebagai dewi bersayap dan juga dianggap ibu dari para wanita di dunia. Orang-orang zaman dulu menyembah patung yang terkesan vulgar ini sebagai berhala kesuburan. Mereka juga tidak mengerti fungsi biologis, sehingga menganggap kehamilan merupakan sesuatu yang ajaib dan harus dihargai.

 

Memuaskan diri dengan benda buatan

Ribuan tahun lalu, rupanya orang kuno juga sudah paham dengan ‘memuaskan diri’. Buktinya mereka bisa membuat alat pemuas semacam dildo. Benda ukiran yang digunakan untuk bercinta, dipoles begitu halus hingga menyerupai kelamin manusia.

 

Dildo zaman dulu [image source]

Timothy Taylor, seorang arkeolog mengatakan jika ukuran dan bentuk benda ini sangat mirip dengan aslinya. Benda tersebut ditemukan di Hohle Fels Cave, di bagian barat daya Jerman. Tak seperti di zaman modern, dildo kuno memiliki peran ganda, selain untuk bersenang-senang, benda tersebut juga digunakan untuk hammerstone alias alat bantu yang fungsinya tidak jauh beda dengan palu.

 

Menjaga populasi zaman dulu

 

Tidak semua orang purba menghormati kehamilan. Sebagian juga paham apa itu membatasi kesuburan. Yang dilakukan kadang lebih brutal dari aborsi di jaman sekarang. Svend Hansen, seorang sejarawan menjelaskan bahwa dalam kehidupan masyarakat, tingkat kelahiran yang tinggi tentu tidak diinginkan.

 

Menjaga populasi zaman kuno [image source]

Hal itu karena kehidupan mereka bukanlah untuk nongkrong di gua, makan buah dan bercinta bergiliran saja. Mereka juga melakukan perjalanan melalui pedesaan. Pada umumnya, kelompok mereka terdiri dari 15 sampai 30 orang. Jika ada bayi, maka perjalanan mereka juga lebih berat, dan ada satu mulut lagi yang harus diberi makan. Oleh karena itu, orang zaman dulu kerap berlaku brutal dengan membunuh bayi agar tingkat populasi tetap stabil.

 

Perkawinan sedarah

Pada tahun 2013, peneliti mengungkapkan bahwa nenek moyang prasejarah kita dulu tentu terlibat perkawinan sedarah. Hal itu tidak bisa dielak lagi setelah para peneliti menemukan bukti. Dengan menggunakan CT scan, mereka melihat beberapa tengkorak orang zaman kuno.

 

tulang orang purba [image source]

Dari sana, ditemukan bahwa terdapat mutasi genetik yang tidak biasa. Hal itu bisa disebabkan karena perkawinan sedarah. Mutasi tersebut membuat lubang pada mahkota tengkorak, bisa dikatakan mereka cacat.

 

Mengetahui kehidupan percintaan zaman dulu, mungkin sedikit membuat kita bergidik. Harap dimengerti, saat itu belum ada ilmu pengetahuan seperti sekarang ini. Sebagai generasi beruntung yang lebih berpengetahuan, mestinya sih manusia jaman sekarang lebih beradab dalam melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan biologis tersebut.

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Ahad, 14 Juli 2019 - 23:20:41 WIB

Ingin Cetak Rekor Dunia, Pria Ini Habiskan Waktu 5 Hari Duduk di Toilet

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang pria di Belgia duduk di toilet selama hampir lima hari dalam u

Kamis, 13 Juni 2019 - 16:30:36 WIB

Bocah ini Terpaksa Makan 5 Kali Sehari Demi Selamatkan Ayahnya, Berikut Kisahnya

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di China dipuji karena menjala

Senin, 03 Juni 2019 - 23:33:37 WIB

Lego Bikin Set Apollo 11 untuk Rayakan 50 Tahun Pendaratan di Bulan

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Pada musim panas ini menandai peringatan 50 tahun misi Apollo 11 yang

Rabu, 14 November 2018 - 23:58:41 WIB

Pria 95 Tahun Hidup Lagi Saat Akan Dimakamkan

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang pria berusia 95 tahun yang tinggal di pedesaan Rajasthan, India mem

Jumat, 19 Oktober 2018 - 22:52:23 WIB

Presiden Joko Widodo Masuk 500 Muslim Berpengaruh Dunia 2019

INHILKLIK.COM, JAKARTA - The Royal Islamic Strategic Studies Center (RISSC) merilis daftar 500 Musli

Jumat, 28 September 2018 - 23:08:04 WIB

Mobil Bekas Marilyn Monroe Dilelang Rp7,5 Miliar

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Mobil klasik bekas mendiang Marilyn Monroe akan dilelang. Diperkirakan harg