Terkait Guru Yang Tewas Ditangan Murid, Ini Tanggapan Jokowi

Rabu, 07 Februari 2018 - 17:14:33 WIB
Terkait Guru Yang Tewas Ditangan Murid, Ini Tanggapan Jokowi

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi ikut mengomentari kasus penganiayaan berujung kematian yang dilakukan siswa terhadap gurunya Achmad Budi Cahyono di Sampang, Madura. Orang nomor satu di Indonesia itu merasa prihatin atas kasus yang tidak selayaknya terjadi dalam dunia Pendidikan tersebut.

Oleh karenanya, Jokowi meminta kasus itu menjadi catatan dalam menjalankan proses Pendidikan di Indonesia. Sehingga ke depannya tidak lagi terjadi.

“Meninggalnya guru SMK di Kabupaten Sampang Ahmad Budi Cahyono menjadi catatan besar kita. Ada apa ini? Kenapa ini terjadi?,” ujarnya saat menghadiri Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayan di Depok, Selasa (6/2).

Dalam acara itu sendiri, hadir kepala dinas Pendidikan dari seluruh daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi. selain itu, ada juga ketua dan pengurus organisasi profesi guru.

Dia menambahkan, pelaksanaan Pendidikan ke depannya jangan hanya mengedepankan aspek pengetahuan kognitif.

Melainkan juga perlu menanamkam nilai-nilai karekter dan budi pekerti. Diakuinya, hal itu masih menjadi persoalan dalam Pendidikan Indonesia.

“Pendidikan karakter budi pekerti masih menjadi PR (Pekerjaan rumah) yang besar untuk proses pendidikan kita,” imbuhnya dikutip harianriau.co dari pojoksatu.id.

Di era globalisasi dan teknologi informasi yang luas, lanjutnya, pengaruh yang masuk ke anak-anak bukan hanya datang dari sekolah, keluarga atau orang-orang di sekitarnya.

Melainkan juga datang dari dunia maya yang setiap harinya menjadi konsumsi masyarakat tak terkecuali siswa. “Hati-hati dengan ini,” terangnya mengingatkan.

Dari aspek fasilitas, Jokowi menegaskan pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanannya. Baik melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk menopang pembiayaan bagi siswa, peningkatan kapasitas guru, hingga perbaikan infrastruktur fisik.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, pelaksanaan Rembuk Nasional Pendidikan dan kebudayaan sebagai upaya konsolidasi pemerintah antara pusat dan daerah.

Harapannya, dari pertemuan tersebut akan keluar solusi untuk peningkatan Pendidikan, pemerataan mutu dan daya saing Pendidikan, serta tata kelola Pendidikan yang baik.

“Diharapkan dapat menghasilkan komitmen dan program percepatan kualitas pendidikan dan kebudayaan 2018,” pungkasnya.

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Senin, 08 Oktober 2018 - 23:40:16 WIB

Kemenpan RB Rilis Perubahan Syarat CPNS 2018 Terkait Akreditasi

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) masih dibuka hingga sepekan m

Senin, 03 September 2018 - 22:59:23 WIB

Arahan Kapolri Sikapi Aksi Tagar Terkait Pilpres 2019

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Polri menerbitkan arahan kepada jajaran anggota intelijen dan keamanan di k

Senin, 20 Agustus 2018 - 23:37:59 WIB

KPK Periksa Ketum PPP Romahurmuziy Terkait Uang Rp1,4 Miliar dan Mobil Camry

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Ketua Umum Partai Persatu

Ahad, 10 Desember 2017 - 21:10:44 WIB

[VIDEO] Kembali ke Riau, Ini Pernyataan Abdul Somad Terkait Insiden di Bali

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Setelah mengisi tiga Tabligh Akbar di Denpasar Bali, Ustadz Abdul Somad a

Selasa, 07 November 2017 - 16:40:11 WIB

KPK Periksa 6 Saksi Terkait Suap Dirjen Hubla, Siapa Saja?

INHILKLIK.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus suap perizin

Senin, 23 Oktober 2017 - 21:24:40 WIB

Terkait Larangan Panglima TNI ke Amerika, Ini Penjelasan Mabes TNI

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Panglima TNI  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sedianya akan menghadiri ac