Kisah Reiko, Bocah 6 Tahun yang Patah Tulang 500 Kali Sejak Lahir

Jumat, 06 April 2018 - 23:15:40 WIB
Kisah Reiko, Bocah 6 Tahun yang Patah Tulang 500 Kali Sejak Lahir

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Rasanya tak terbayangkan bagaimana sakitnya seseorang saat patah tulang, namun seorang bocah berusia enam tahun dari Kanada telah mengalami nyaris 500 kali patah tulang sejak lahir.

Adalah Reiko Quinlan, mengidap sebuah penyakit bernama Osteogeneses Imperfecta (OI) Tipe III. Penyakit OI menyebabkan beberapa tulangnya patah hanya dengan ternseyum atau bahkan saat memeluk saudaranya.

OI juga dikenal dengan penyakit tulang rapuh, umumnya terdiagnosis segera setelah lahir ketika bayi mengalami patah tulang selama persalinan atau ketika sedang ditangani. Dalam kasus Reiko, ia mengalami lima kali patah tulang saat lahir dan 80 kali di tahun pertamanya.
 

Kami tak dapat menebak apa yang akan terjadi tiap harinya. Kami hanya bisa bersiap-siap untuk yang terburuk, Jessica Quinlan

Jessica (31) menceritakan bahwa ia melihat Reiko merangkul adiknya dan lengannya patah pada suatu hari. Pada waktu lainnya, dia menoleh pada ibunya dan tersenyum, lalu Jessica dapat mendengar tulang di lengannya berderak patah.

Meski tampaknya dia akan mendapatkan patah tulang yang tak terhitung tanpa melakukan apapun, anehnya ia justru tak cedera saat menabrak atau membentur benda yang keras.

Baca juga: Reiko, Bocah Enam Tahun yang Alami Patah Tulang Hingga 500 Kali

"Ia bisa mematahkan tulangnya saat duduk di sofa, lalu ia akan membenturkan kakinya ke dinding dan tak terjadi apapun. Kami tak dapat menebak apa yang akan terjadi tiap harinya. Kami hanya bisa bersiap-siap untuk yang terburuk," tuturnya, seperti dikutip dari Daily Mail.

Reiko telah menjalani 11 operasi untuk membetulkan tulangnya yang patah, termasuk pemasangan batang logam ke dalam lengan dan kakinya. Ibu dan ayahnya hanya dapat mengetahui adanya tulang patah saat pemeriksaan X-ray rutin, karena Reiko tak pernah memberitahu kepada mereka tiap ia mengalami patah tulang.

"Dia mencoba untuk menyembunyikannya karena ia ingin sekali menjadi anak normal. Dia hanya akan mengatakan kepada kami kalau ia tak menyadarinya atau hal itu tidak mengganggunya," ujar Jessica yang juga bekerja sebagai resepsionis ini.

Tanpa kursi roda atau alat bantu jalan, Reiko tak dapat berjalan. Sebab tulang pahanya cukup rapuh dan mengalami nyaris 100 kali patah tulang.

"Ketika sudah sampai 300 kali, kami (Jessica dan suami) berhenti menghitung, tapi sudah pasti mencapai 500 saat ini."

Dengan kondisi tersebut, hobinya menjadi terbatas hanya permainan video dan board game. Jessica mengatakan jika Reiko bisa, dia ingin berolahraga, meski kini ia juga menjadi pemain game yang hebat.

"Aku optimis dia akan punya hidup yang lebih baik. Dia menjalani segalanya dengan mudah dan semua orang menyukainya. Aku tahu dia akan sukses dengan apa pun yang dia coba," tegasnya.

Penyakit OI ini mempengaruhi sekitar satu dari 20.000 orang sampai batas tertentu, seperti kerapuhan tulang parah atau bahkan pengidapnya mengalami pertumbuhan terbatas, masalah gigi, kepala besar, gangguan pendengaran dan kelainan sistem saraf serta dada.

Dikutip dari National Center for Advancing Translational Sciences, OI Tipe III belum ada obatnya namun ada pengobatan tertentu seperti terapi penguatan otot dan mengontrol gejalanya.

Kegagalan pernapasan dan trauma kecelakaan menjadi penyebab utama pengidap OI meninggal. Akan tetapi, kebanyakan dari mereka hidup dan berumur panjang.

Dr Francis Glorieux, kepala Medical Advisory Council di Osteogeneses Imperfecta Foundation, mengatakan: "Separuh kasus dalam level ringan, dengan para pasien hanya mematahkan tulangnya sesekali waktu saja."

Sementara, lanjutnya, separuh kasusnya lagi dalam level sedang hingga berat, di mana para pasien dapat alami patah tulang beberapa kali dalam sehari. Dr Glorieux menyebut kondisi OI disebabkan karena adanya anomali kolagen di dalam tulang.

"Kolagen membuat tulang tetap keras agar berfungsi normal. Saat adanya anomali, itu menyebabkan tulang menjadi rapuh. Dalam beberapa kasus yang parah harus dipasangkan batang logam di kaki, lengan dan tulang punggung untuk menjaga tulang tetap lurus meski dalam keadaan patah," imbuh dia.

Diungkapkan oleh Dr Glorieux bahwa ia kagum dengan keteguhan anak-anak pengidap OI. Beberapa pasiennya bahkan tetap pergi kuliah tiap hari menggunakan kursi roda.

"Walaupun punya keterbatasan, mereka sungguh luar biasa," ujarnya

sumber: detikcom

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat, 20 September 2019 - 00:03:14 WIB

Bertaruh Nyawa Demi Hitler, Kisah Menyedihkan Taster Makanan Sang Fuhrer

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Di medan perang yang serba telisik dan rahasia, selalu ada kemungkinan

Kamis, 05 September 2019 - 23:56:06 WIB

"Selnya Sangat Jorok. Itu Sebenarnya Toilet", Kisah Anak-anak Palestina di Penjara Israel

INHILKLIK.COM, PALESTINA - Setiap tahun lebih dari 500 remaja Palestina yang tinggal di Tepi Ba

Kamis, 13 Juni 2019 - 16:30:36 WIB

Bocah ini Terpaksa Makan 5 Kali Sehari Demi Selamatkan Ayahnya, Berikut Kisahnya

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun di China dipuji karena menjala

Ahad, 07 April 2019 - 23:27:33 WIB

Hutan Paling Angker dengan Kisah Menyeramkan

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Selain menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan dan tumbuhan, hu

Selasa, 13 November 2018 - 23:28:03 WIB

Kisah Cinta Stan Lee Ternyata Semanis Dongeng

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Stan Lee, komikus yang berperan penting di balik kesuksesan komik Marvel te

Rabu, 07 November 2018 - 22:41:31 WIB

Pikirkan Akhir Kisah Naruto, Masashi Kishimoto Tak Bisa Tidur

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Naruto adalah salah satu manga paling populer dalam sejarah. Banyak kejadia