Bocor, Sandiaga Uno Ingin Buyarkan Koalisi Jokowi, Ajak PPP Dukung Prabowo

Jumat, 20 April 2018 - 23:22:27 WIB
Bocor, Sandiaga Uno Ingin Buyarkan Koalisi Jokowi, Ajak PPP Dukung Prabowo

INHILKLIK.COM, JAKARTA – Partai Gerindra diam-diam ingin membajak salah satu parpol pendukung Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Salah satu parpol yang menjadi target ternyata adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sudah mendeklarasikan dukungan untuk calon petahana ini.

Demikian diungkap Sekjen PPP Arsul Sani kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Arsul pun mengakui pihaknya mendapat tawaran untuk bergabung dengan Gerindra dan PKS untuk mengusung Prabowo Subianto di Pilpres 2019.

Yang cukup mengejutkan, tawaran itu datang dari Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra, Sandiaga Uno.

Tawaran itu disampaikan Sandi saat bertemu dengan Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy tadi malam.

“(Tapi) itu opsi becandaan saja, artinya opsi sambil tertawa,” beber Arsul.

Lebih lanjut, Arsul menyatakan pertemuan Romi dan Sandi itu memang tak berlangsung cukup lama.

Akan tetapi, lanjutnya, keduanya bertemu dengan nuansa kekeluargaan dan lebih banyak bercanda.

Sehingga, kata dia, apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut sulit untuk disebut serius.

“Terlalu banyak candaan yang terlontar,” katanya.

“Karena banyak tertawa, maka tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang serius,” tutupnya.

Untuk diketahui, KPU sendiri mulai membuka pendaftaran pasangan calon presiden dan wakil presiden pada 4-10 Agustus 2018 mendatang.

Selanjutnya, masa kampanye ditetapkan mulai 23 September 2018 sampai dengan 13 April 2019.

Sedangkan pemungutan suara dilakukan pada 17 April 2019 tahun depan.

Di sisi lain, Jokowi sampai saat ini sudah mengantongi dukungan dari lima parpol parlemen.

Diantaranya, PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura dan PPP ditambah PSI dan Perindo dari parpol non parlemen.

Sedangkan Prabowo Subianto, diyakini akan diusung Partai Gerindra yang berkoalisi dengan PKS.

Sementara Demokrat, PAN dan PKB, sampai saat ini masih belum menentukan sikap.

Banyak pihak memprediksi, ketiganya bisa membuat poros baru. Jika tidak, mereka akan menentukan pilihan di menit-menit akhir.

 

pojoksatu.id

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT