Pemda Inhil Siapkan 345 Tenaga Kesehatan Untuk berikan layanan pemudik Lebaran

Rabu, 13 Juni 2018 - 21:16:47 WIB
Pemda Inhil Siapkan 345 Tenaga Kesehatan Untuk berikan layanan pemudik Lebaran

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Sebanyak 345 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis dan perawat akan disiagakan untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pemudik Lebaran 1439 Hijriah.

“Kita pastikan seluruh masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan, terutama di setiap Puskesmas yang buka 24 jam,” ujar Zainal Arifin di Tembilahan. 12/06/18.

Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Zainal Arifin, Rabu mengatakan, 345 tenaga kesehatan akan disiagakan di 27 Puskesmas serta di tiga Posko Terpadu di jalur utama mudik Lebaran 2018.
 
Zainal memaparkan, 345 tenaga kesehatan yang siaga terdiri dari 51 orang dokter dan 294 perawat yang bertugas di 27 Puskesmas di daerah itu.

Adapun tiga Posko Terpadu yang disiapkan Pemerintah Inhil, terdapat di jalur mudik Selensen Kecamatan Kemuning, Kempas Jaya, Kecamatan Kempas dan Jalan Gajah Mada Kota Tembilahan.

Tidak hanya tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan lainnya seperti ambulan, laboratorium, 27 Puskesmas hingga RSUD juga telah disiapkan untuk menghadapi arus mudik lebaran 2018.

Zainal mengatakan, fasilitas kesehatan seperti ambulan nantinya akan disiagakan di masing-masing posko sebanyak satu unit dan di Puskesmas yang berada di wilayah darat.

“Total ambulan yang kita siagakan kurang lebih 15 unit. Sedangkan untuk Puskesmas kita intruksikan seluruhnya (27 Puskesmas) tetap buka 24 jam,” turur Zainal.

Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan juga mengaku telah menyiapkan layanan kesehatan serta fasilitas kesehatan lainnya mulai dari rumah sakit, yakni RSUD Puri Husada dan RSUD Tengku Sulung, laboratorium, obat-obatan, ambulan serta 27 dokter spesialis dan 40 dokter umum.

Saut mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar tetap tertib guna menghindari laka lantas serta tetap memperhatikan kesehatan terutama penyakit gangguan pencernaan dan hipertensi.

“Hipertensi dan gangguan pencernaan merupakan penyakit yang menonjol pada tahun sebelumnya. Kita harapkan untuk tahun ini kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi,” ucapnya.***(Adv)

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT