Pemutilasi Sales Cantik di Karawang Dituntut 14,5 Tahun Bui

Selasa, 10 Juli 2018 - 22:23:19 WIB
Pemutilasi Sales Cantik di Karawang Dituntut 14,5 Tahun Bui

INHILKLIK.COM, KARAWANG - M Kholili, terdakwa kasus kekerasan kepada sales cantik sekaligus istrinya, Siti Saidah alias Nindy, dituntut 14 tahun 6 bulan penjara. Pria tersebut tega memutilasi jasad korban.

"Kami jerat dengan KUHP Pasal 44 ayat 3 Undang-undang Nomor 23 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU), Febby Febrian, di Pengadilan Negeri Karawang, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (10/7/2018).

Febby menegaskan tuntutan yang diberikan kepada Kholili ialah dakwaan kombinasi alternatif. Menurut pertimbangan jaksa, perbuatan Kholili tidak termasuk dalam pembunuhan berencana meski perbuatannya amat sadis.

"Berawal dari cekcok mulut, korban terlebih dahulu mencekik leher terdakwa. Terdakwa lalu memukul korban hingga jatuh sampai meninggal," kata Febby.

Hal meringankan dalam perkara ini yaitu Kholili menyesali dan mengakui perbuatannya. Tetapi hal yang memberatkan Kholili ialah memutilasi mayat istrinya.

"Hal yang memberatkan terdakwa karena dia melakukan perbuatan sangat sadis, meresahkan masyarakat dan mengakibatkan penderitaan mendalam dan berkepanjangan bagi keluarga korban," ucap Febby.

Kholili didakwa karena melakukan kekerasan kepada istrinya di rumah kontrakan mereka rumah kontrakan mereka di Dusun Sukamulya, Telukjambe Timur, Karawang (4/12/2017). Setelah istrinya meninggal, Kholili memutilasi dan membuang potongan tubuh korban secara terpisah.

Kholili membuang kepala dan kedua kaki korban di Curug Cigentis, Loji, Karawang. Adapun tubuh dan lengan korban dibakar di semak semak di Desa Ciranggon, Majalaya, Karawang.

Sumber: detik.com

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu, 05 April 2017 - 23:00:55 WIB

Pledoi Brigadir Medi Andika, Terdakwa Pemutilasi Anggota DPRD Lampung

INHLKLIK.COM, LAMPUNG - Brigadir Medi Andika terdengar datar dan pelan saat membacakan pledoi di Pen