Ramalan Ratna Sarumpaet, Kalau sampai Prabowo-Sandiaga Kalah, Indonesia Hilang

Senin, 13 Agustus 2018 - 23:04:05 WIB
Ramalan Ratna Sarumpaet, Kalau sampai Prabowo-Sandiaga Kalah, Indonesia Hilang

INHILKLIK.COM, JAKARTA – Ratna Sarumpaet yakin Pilpres 2019 mendatang akan dimenangkan pasangan yang didukungnya, yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Untuk itu, dirinya bertekad akan melakukan apapun untuk memberikan kemenangan kepada lawan pasangan Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin itu.

Salah satu upaya yang dilakukannya adalah membentuk Relawan Selamatkan Indonesia.

Kelompok itu, disebutnya akan mengawal pasangan koalisi oposisi di 34 provinsi.

Demikian disampaikan Ratna kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Senin (13/8/2018).

“Hasil rakernas kemarin (Minggu 12/8), kita bentuk relawan Prabowo-Sandi di 34 provinsi di seluruh Indonesia,” bebernya.

Bahkan, saat ini, dirinya sudah aktif melakukan roadshow ke daerah-daerah.

Tujuannya, tidak lain untuk mekin menguatkan basis relawan tersebut.

Dalam rakernas kemarin, Ratna menegaskan bahwa program-program GSI juga menguatkan program Prabowo-Sandi.

Seperti pembenahan ekonomi nasional dan pengembalian UUD 1945 asli.

“Yang saya tahu dari dulu hanya pasangan ini (Prabowo-Sandi) yang komitmen menegakkan Pancasila dan kembali ke UUD 45,” katanya.

Dia mengisyaratkan jika pasangan ini kalah, maka Indonesia ke depan bisa hancur, bahkan tak ada akan ada lagi di masa mendtang.

“Ingat ya, kalau kali ini kita kalah, hilang Indonesia,” tutupnya.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet melalui Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) besutannya menyatakan dukungan kepada Prabowo-Sandi.

“Sekarang ini kan ada dua pasangan calon, yang menyadari betul bahwa Pancasila dan UUD kita perlu adanya pembenahan adalah kubu Pak Prabowo,” kata Ratna.

Ibunda selebritis Atiqah Hasiholan itu menyatakan, saat ini UUD 45 sudah mengalami banyak amanaden.

GSI sendiri, jelasnya, mengusung gerakan kembali ke UUD 45 naskah asli.

Pihaknya melihat, pasangan Prabowo-Sandiaga melihat potensi dalam memperjuangan hal yang sama.

Sehingga Ratna yakin, pasangan yang disokong Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat itu akan menjadikan program GSI ini sebagai programnya juga.

“Kita punya gentle agreement dari percakapan-percakapan kita soal perjuangan ini,” ujarnya.

Sementara bagi dia, kubu Jokowi kendati sering melontarkan jargon Pancasila tetapi tidak mengerti substansinya.

“Sementara di kubu Pak Jokowi walaupun sering bilang ‘Saya Pancasila’ tapi kan nggak ngerti maknanya,” katanya.

Ratna juga menampik anggapan bahwa pihaknya mendapat jatah tertentu dengan dukungan tersebut.

Bahkan, ia menegaskan bahwa GSI juga sama sekali tak memiliki kontrak politik apapun atas dukungan itu.

“Kita tidak ada kontrak politik apapun. Kita hanya punya kesamaan visi saja,” tegasnya.

Ratna menepis adanya kontrak politik yang menyangkut soal power sharing ke depannya jika pasangan Prabowo-Sandi menang di Pilpres 2019.

“Yang saya jamin jika mereka (Prabowo-Sandi) berkuasa saya akan tetapi begini, saya tetap keukeuh dengan apa yang saya minta,” tegas dia.

Bagi GSI, majunya pasangan ini membawa secercah harapan untuk memperbaiki Indonesia dengan mengembalikan jati diri bangsa dan menjalankan amanat konstitusinya.

“Nanti kalau mereka berkuasa tetap saja saya demo,” pungkasnya. (pojoksatu)

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT