Istri Boleh Ambil Harta Suami Tanpa Diketahui?

Kamis, 30 Agustus 2018 - 22:54:02 WIB
Istri Boleh Ambil Harta Suami Tanpa Diketahui?

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Setiap manusia selain Adam, Hawa, dan Isa, tercipta dari satu ayah dan satu ibu. Karena itu, dalam aturan agama apapun, tidak ada istilah mantan anak, atau mantan bapak, atau mantan ibu.

Karena hubungan anak dan orang tua, tidak akan pernah putus, sekalipun berpisah karena perceraian atau kematian. Berbeda dengan hubungan karena pernikahan.

Hubungan ini bisa dibatalkan atau dipisahkan. Baik karena keputusan hakim, perceraian, atau kematian. Di sinilah kita mengenal istilah mantan suami, atau mantan istri.

Dalam islam, kewajiban memberi nafkah dibebankan kepada ayah, dan bukan ibunya. Karena kepada keluarga, wajib menanggung semua kebutuhan anggota keluarganya, istri dan anak-anaknya. Kemudian, dalil khusus yang menunjukkan bahwa ayah wajib memberi nafkah anaknya adalah kasus Hindun bersama suaminya, Abu Sufyan.

Abu Sufyan tidak memberikan nafkah yang cukup untuk Hindun dan anaknya. Kemudian beliau mengadu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Saran Nabi shallallahu alaihi wa sallam, "Ambillah harta Abu Sufyan yang cukup untuk dirimu dan anakmu sewajarnya." (HR. Bukhari 5364 dan Muslim 1714).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengizinkan istri untuk mengambil harta suaminya di luar pengetahuan suaminya, karena suami tidak memberikan nafkah yang cukup bagi istri dan anaknya. Ini menunjukkan bahwa dalam harta suami, ada bagian yang wajib diberikan kepada istri dan anaknya. Ketika terjadi perceraian dan masa iddah sudah selesai, wanita yang dulunya menjadi istri, kini berubah status menjadi mantan istri. Tali pernikahan sudah putus, bukan lagi suami-istri. Sehingga dia tidak wajib dinafkahi oleh mantan suaminya.

Namun hak nafkah bagi anak, tidak putus, sehingga ayah tetap berkewajiban menanggung semua kebutuhan anak, sekalipun anak itu tinggal bersama mantan istrinya. Imam Ibnul Mundzir mengatakan, "Ulama yang kami ketahui sepakat bahwa seorang lelaki wajib menanggung nafkah anak-anaknya yang masih kecil, yang tidak memiliki harta. Karena anak seseorang adalah darah dagingnya, dia bagian dari orang tuanya. Sebagaimana dia berkewajiban memberi nafkah untuk dirinya dan keluarganya, dia juga berkewajiban memberi nafkah untuk darah dagingnya." (al-Mughni, 8/171).

Bolehkah mantan istri meminta mantan suaminya untuk menafkahi anaknya? Tidak hanya boleh, bahkan mantan istri boleh menuntut mantan suaminya untuk menafkahi seluruh kebutuhan anaknya. Jika mantan suami tetap tidak bersedia, mantan istri bisa menggunakan kuasa hukum untuk meminta hak anaknya.

Kepada para suami, ingat bahwa anak anda tetap anak anda, sekalipun anda bercerai dengan ibunya. Dia bagian dari darah daging anda. Jangan sia-siakan dia, karena semua akan anda pertanggung jawabkan kelak di hari kiamat. Ketika anda tidak memberikan nafkah kepada anak anda, sehingga dia dinafkahi orang lain, ini tanda bahwa anda tipe lelaki yang tidak bertanggung jawab, yang merepotkan orang lain. Dan status harta orang lain yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan anak anda, adalah utang bagi anda. Jika tidak sekarang diselesaikan, bisa jadi akan berlanjut di akhirat.

Jangan karena perceraian dan kebencian anda terhadap mantan istri, kemudian anda tularkan ke anak anda, yang bisa jadi, dia sama sekali tidak memahami masalah anda. Wahb bin Jabir menceritakan, bahwa mantan budak Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu pernah pamit kepadanya, "Saya ingin beribadah penuh sebulan ini di Baitul Maqdis." Sahabat Abdullah bin Amr radhiyallahu anhu, langsung bertanya kepada beliau, "Apakah engkau meninggalkan nafkah untuk keluargamu yang cukup untuk makan bagi mereka selama bulan ini?"

"Belum." Jawab orang itu. "Kembalilah kepada keluargamu, dan tinggalkan nafkah yang cukup untuk mereka, karena saya mendengar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Seseorang dianggap melakukan dosa, jika dia menyia-nyiakan orang yang orang yang wajib dia nafkahi." (HR. Ahmad 6842, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Dalam riwayat lain dinyatakan, "Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang rakyatnya, apakah dia jaga ataukah dia sia-siakan. Hingga seorang suami akan ditanya tentang keluarganya." (HR. Ibnu Hibban 4493 dan dihasankan oleh al-Albani).

sumber: inilah.com

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Kamis, 16 Agustus 2018 - 23:36:08 WIB

Suami Boleh Ceraikan Istri Pembohong Banyak Utang

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Seorang suami mengeluh, istrinya sering diam-diam membohonginya dan berutan

Selasa, 14 Agustus 2018 - 22:54:30 WIB

Menggauli Istri tidak Wajib Tapi Hak

INHILKLIK.COM, JAKARTA- Ada yang bertanya, Berapa hari sekali suami wajib menggauli istrinya? U

Kamis, 17 Mei 2018 - 23:04:46 WIB

Bolehkah Becumbu dengan Istri ketika Sedang Berpuasa?

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Ibadah puasa tidak sekadar menahan makan dan minum. Umat muslim yang menjal

Selasa, 24 April 2018 - 23:54:20 WIB

Kisah Asiyah, Istri Firaun Ibu Angkat Nabi Musa yang Dijamin Masuk Surga

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Asiyah binti Muzahim adalah salah satu wanita mulia yang dijamin akan masuk

Senin, 12 Maret 2018 - 23:35:38 WIB

Ciri-ciri Istri yang Dekat ke Surga

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Surga itu ada di telapak kaki ibu. Begitu kata Rasulullah. Tapi oleh setia

Ahad, 04 Maret 2018 - 23:50:08 WIB

Hukum Menjilat Alat Vital Istri Menurut Islam

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Banyak yang bertanya hukum oral seks dalam Islam. Kegiatan ini biasanya dil