Akun Medsos Eka Octaviyani yang Diduga Lakukan Penghinaan Terhadap UIR 'Lenyap'

Jumat, 14 September 2018 - 23:52:07 WIB
Akun Medsos Eka Octaviyani yang Diduga Lakukan Penghinaan Terhadap UIR 'Lenyap'

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Akun Facebook Eka Octaviyani, menghilang setelah diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Universitas Islam Riau (UIR). Saat ditelusuri Tribunpekanbaru.com, Jumat (14/9/2018), akun Facebook Eka Octaviyani sudah tak bisa ditemukan.

Akun Facebook Eka Octaviyani telah dilaporkan pihak Universitas Islam Riau (UIR) ke Polda Riau terkait isi komentarnya yang dinilai sebagai ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Universitas Islam Riau (UIR).

Dalam kolom komentarnya, akun Facebook Eka Octaviyani menulis:

"Gak usah panik, macam gak tahu kualitas uir, cuma mahasiswa recehan kok. Kumpulan orang2 yg gk lulus diuniversitas incaran biasanya kebuangnya disini, or yang nilainya minus tapi ngotot kuliah biasanya ngumpul disini. anggap aja seperti kentut yg aromanya jg bakal ilang bentar lg. Aku kira dari universitas ternama yg demo, begitu tau itu uir ngakak sendiri."

Diduga komentar itu dituliskan akun Facebook Eka Octaviyani, terkait aksi demo ribuan mahasiswa UIR pada Senin (10/9/2018).

Saat itu, ribuan mahasiswa melakukan longmarch dan menduduki gedung DPRD Riau.

Dalam aksi demonya, mereka menyerahkan surat petisi yang diterima Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Jusman, berisi 3 tuntutan terhadap pemerintah, yaitu pertama, meminta pemerintah pusat untuk menstabilkan perekonomian negara yang berimbas terhadap masyarakat menengah kebawah dan masyarakat Indonesia pada umumnya, kedua, pemerintah agar tidak membatasi hak demokrasi dan konstitusi bagi setiap warga negara Indonesia melalui kekuatan yang dimilikinya serta terakhir, untuk menuntaskan kasus PLTU Riau I yang menyebabkan kerugian negara dan telah menyengsarakan rakyat Indonesia.

Atas komentar akun Facebook Eka Octaviyani yang diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap UIR, pada Kamis (13/9/2018), Zamroni, mahasiswa UIR melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau.

Laporan Pengaduan tentang Adanya Dugaan Tindak Pidana ITE itu diterima Aiptu Hendri Joni SH.

Laporan Pengaduan tentang Adanya Dugaan Tindak Pidana ITE itu diterima Aiptu Hendri Joni SH.

Sementara itu, Rektor Universitas Islam Riau (UIR), Prof. Dr. H. Syafrinaldi, S.H., M.C.L langsung mengambil sikap atas ramainya perbincangan soal komentar yang ditulis akun Facebook atas nama Eka Octaviyani karena diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap UIR.

Akun Facebook atas nama Eka Octaviyani memuat tulisan yang isinya dinilai sebagai ujaran kebencian dan penghinaan. Baik soal kualitas kampus maupun mahasiswanya.

Tulisannya di kolom komentar itu dicapture yang dikolase dengan akun Facebooknya itu pun beredar dan menjadi ramai.

Menanggapi hal ini, melalui rilis yang diterima TribunPekanbaru.com, Kamis (13/9/2018), Syafrinaldi mengatakan, status akun Facebooktersebut juga mendapat respon beragam dari Alumni UIR, dosen maupun mahasiswa.

Syafrinaldi mengatakan akan segera menugaskan Badan Hukum dan Etika UIR bersama dengan Prodi Teknologi Informatika untuk mempelajari kedudukan akun atas nama Eka Octaviyani.

Termasuk akun-akun lain di media sosial yang menyebarkan ujaran kebencian dan melakukan penghinaan terhadap Universitas Islam Riau pasca berlangsungnya demonstrasi mahasiswa UIR.

Ia juga menugaskan Fakultas Hukum UIR untuk menelaah dan menganalisis materi dari status atas nama Eka Octaviyani.

Apakah memenuhi unsur-unsur delik pidana seperti dimaksudkan dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan UU ITE.

Termasuk juga Juga memonitor serta melakukan pengawasan terhadap akun-akun lain di media sosial yang sifatnya memcemarkan nama baik Universitas Islam Riau.

Dijelaskannya, penugasan kepada Prodi TI dan Fakultas Hukum UIR itu dilakukan untuk menentukan langkah-langkah yang akan diambil oleh Pimpinan UIR dalam pemulihan nama baik lembaga, serta menempatkan hukum sebagai pilihan terbaik dalam menindaklanjuti respon negatif oknum-oknum tertentu terhadap UIR.

Rektor UIR juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada alumni, dosen, mahasiswa serta masyarakat yang bersimpati kepada Universitas Islam Riau dalam merespon akun-akun media sosial.

Rektor mengimbau civitas akademika UIR agar tidak emosional, atau tidak terpancing dengan status-status akun media sosial yang dipublikasikan pihak-pihak tertentu di tahun politik ini.

"Mari selalu kita kedepankan sikap santun dalam berbahasa, bijak dalam berkata sebagaimana diamanahkan oleh para pendiri UIR. Di tahun politik ini semua potensi dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu dalam memecah belah persatuan kita di Universitas Islam Riau sebagai universitas unggul dan terkemuka," katanya. (Tribunpekanbatu)

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu, 31 Oktober 2018 - 23:45:38 WIB

RASAKAN! Injak Alquran dan Bajak Akun Reza Hardiansyah, Sodikin Tak Berkutik Diciduk Petugas, ini Tampangnya

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Pelaku yang membajak akun Instagram Reza Hardiansyah dan memposting foto in

Rabu, 31 Oktober 2018 - 23:27:39 WIB
Dicari BBKSDA Riau

Sungguh Sadis! Unggah Sembelih Harimau Akar di Medsos, Pemilik Akun Ini Dihujat, Lihat Videonya

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Lagi-lagi aksi tak terpuji dilakukan oleh sekelompok pemuda di Duri, Beng

Jumat, 26 Oktober 2018 - 23:41:21 WIB

Setelah Digagahi, Korban Dihabisi dengan Jilbab dan Perut Dibelah Pakai Cutter. Ini Pelakunya!

INHILKLIK.COM, ROKAN HILIR - Aparat kepolisian berhasil membongkar kasus pembunuhan sadis terhadap m

Selasa, 23 Oktober 2018 - 23:09:35 WIB

ASTAGA... Pemilik Akun Gay Batam Ditangkap saat Layani Sesama Jenis

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Tim Cyber Patrol Satreskrim Polresta Barelang menangkap Doz Fromiza pemilik

Rabu, 17 Oktober 2018 - 23:49:03 WIB

BAJINGAN... Bocah Tujuh Tahun Korban Gempa Palu Digagahi, Ini Tampang Pelakunya

INHILKLIK.COM, PALU - Tragis benar nasib SH, bocah tujuh tahun korban gempa dan tsunami Palu, Sulawe

Kamis, 04 Oktober 2018 - 17:46:54 WIB

Delapan Penyebar Hoax Gempa Ditangkap, Belasan Akun Medsos Dilacak

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Polisi menangkap delapan orang yang diduga menyebar berita bohong alias hoa