Surat Bocah Ini Bikin McDonald's Bakal Setop Beri Mainan Plastik Happy Meal

Kamis, 18 Juli 2019 - 23:53:05 WIB
Surat Bocah Ini Bikin McDonald's Bakal Setop Beri Mainan Plastik Happy Meal

INHILKLIK.COMl, JAKARTA - Seorang bocah laki-laki berusia delapan tahun menulis surat terbuka untuk perusahaan restoran cepat saji McDonald's. Isinya suratnya adalah permohonan agar McDonald's berhenti memberikan mainan dalam pembelian paket makanan Happy Meal.

Sebab, mainan tersebut terbuat dari plastik. Sementara Jacob Douglas, bocah asal Basildon, Essex, Inggris itu, mengkhawatirkan efek dari banyaknya produksi plastik.

"Dunia di sekitar kita akan terkena dampaknya," katanya, dikutip Suara.com dari The Independent, Rabu (17/7/2019).

"Staf McDonald yang terhormat, bisakah kalian berhenti memasukkan mainan ke dalam Happy Meals? Saya akan sangat senang. Mainan itu terbuat dari plastik dan itu memengaruhi dunia di sekitar kita. Itu membunuh banyak animail (animal, binatang -red)," bunyi surat yang ditulis Jacob.

Ibu Jacob, Kirsty Douglas, menjelaskan  putranya memang peduli terhadap masalah lingkungan belakangan ini.

"Jacob cinta binatang, termasuk beruang kutub, dan untuk itu kami telah mengganti sabun mandi cair dengan sabun batang, dan dia berpikir, apa lagi yang bisa dia lakukan, jadi dia memikirkan cara untuk menghubungi McDonald's karena itu adalah perusahaan besar yang bisa membuat perubahan," kata wanita 33 tahun itu.

"Kami berharap, surat terbuka itu akan membuat lebih banyak orang sadar lingkungan dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama," imbuhnya.

Surat itu rupanya mendapat perhatian dari McDonald's, sehingga pihaknya mengeluarkan respons langsung kepada Jacob.

Dalam tanggapan yang dikirim langsung ke Jacob seorang juru bicara McDonald's mengatakan, perusahaannya sangat terkesan terhadap semangat Jacob untuk melindungi lingkungan.

"Soal mainan Happy Meals, kami bangga bahwa restoran kami adalah tempat makan yang disukai keluarga, dan Happy Meal adalah bagian dari hiburan untuk pelanggan," katanya perwakilan tersebut.

"Namun, kami sepenuhnya memahami bahwa Jacob ingin agar kami mempertimbangkan penggunaan bahan yang berbeda untuk mainan kami. Dan McDonald's sedang mencari alternatif yang akan membuat Happy Meals tetap menghibur tanpa menimbulkan kerusakan pada lingkungan kita," lanjutnya.

Juru bicara McDonald's menyatakan, mereka akan menawarkan buku, permainan papan, dan mainan lunak dengan jumlah yang lebih banyak untuk Happy Meals dalam waktu dekat.

Ia menyebutkan, "Itu akan mengurangi hingga hampir 60 persen jumlah mainan plastik keras dibandingkan dengan enam bulan pertama tahun ini."

Awal tahun ini, McDonald's mengumumkan rencana untuk menghilangkan tutup plastik dari es krim McFlurry dan plastik sekali pakai dari mangkuk salad. (suara)

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Jumat, 26 Juli 2019 - 22:35:59 WIB

Sesneg Keluarkan Surat Terkait Penyempurnaan Tema dan Logo HUT ke 74 Kemerdekaan RI

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia  mengeluarkan s

Rabu, 15 Agustus 2018 - 23:30:10 WIB

Surat Ini Bukti Bahwa Sandiaga Uno Putra Kelahiran Rumbai

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Nama Sandiaga Uno mendadak menjadi sangat  familiar bagi masyarakat Ri

Senin, 05 Februari 2018 - 16:29:46 WIB

Surat Terbuka, Alexandra Gottardo Akhirnya Bertemu Nenek Saulina Boru Sitorus, Ini Kisahnya!

Kisah memilukan harus dialami oleh nenek Saulina Boru Sitorus. Nenek berusia 92 tahun tersebut menda

Kamis, 26 Oktober 2017 - 15:34:30 WIB

Heboh, Ahok Hampir Khatam Al Quran dan Jatuh Cinta pada Surat Al Maidah

INHILKLIK.COM, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membiki

Jumat, 09 Juni 2017 - 20:21:06 WIB

Paling Populer Dan Disukai Untuk Gubernur Jabar, Aa Gym Kutip Surat Ali Imran Ayat 26

INHILKLIK.COM, JABAR- Berdasarkan survei Poltracking, pemimpin sekaligus pendiri pondok pesantren Da

Ahad, 28 Mei 2017 - 13:03:30 WIB

Alquran Tanpa Surat Al Maidah 51-57, Ternyata...

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengaku telah memanggil penerbit Alquran tanpa