Tak Ada Biaya, Nazwa Tak Bisa Dirawat ke Pekanbaru

Rabu, 14 Agustus 2019 - 23:55:04 WIB
Tak Ada Biaya, Nazwa Tak Bisa Dirawat ke Pekanbaru

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Malang nian nasib Nazwa (6 tahun), putri cilik asal Desa Mumpa, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Inhil ini. Dia terpaksa harus kuat menahan derita atas penyakitnya dan hanya dapat terbaring di RSUD Puri Husada, tanpa perawatan intensif sesuai dengan penyakit yang dideritanya.

Menurut informasi yang dikumpulkan, anak pasangan Dodi dan Yanti ini mengidap penyakit pembengkakan empedu hati. Disebabkan keterbatasan peralatan medis yang dimiliki oleh RSUD PH, untuk itulah dokter menyarankan agar Nazwa segera dirujuk ke Pekanbaru.

"Iya pak, sakitnya sudah sangat parah. Trombosit dan HB nya sudah sangat jauh menurun. Kalau kita tahan disini, kita khawatirkan justru akan lebih parah lagi. Makanya dokter menyarankan agar Nazwa bisa segera dibawa ke Pekanbaru yang memiliki peralatan lebih lengkap," ucap salah seorang perawat saat berbincang dengan wartawan media ini.

Tapi sayangnya, Nazwa berasal dari keluarga yang sangat kurang mampu. Dodi ayahnya, sehari-hari hanya bekerja menangkap udang di Sungai Indragiri, sepanjang desanya.

Menurut Tiar, salah seorang keluarga Nazwa, saat ini pihak keluarga tengah berembuk untuk mencari jalan keluar. Tapi menurutnya, kemungkinan Nazwa akan dibawa pulang saja, mengingat kondisi mereka sekeluarga memang rata-rata keluarga kurang mampu.

"Inilah kami akan berembuk. Tapi tak taulah bg, kami ni semue, keluarga tak mampu. Rasenye tak sanggup nak membawe anak ini ke Pekanbaru. Untuk makan sehari-hari saje, kami ni kembang kempis bang. Sekarang hanye bise berdoa, semoge ade jalan keluarnye dari Allah," ujar Tiar dengan logat Melayunya yang kental.

Menurut pantauan, Nazwa saat ini masih berada di RSUD PH Tembilahan, di ruang perawatan anak, Lantai II. Dirinya ditemani oleh kedua orang tua serta kakek nenek dan beberapa orang keluarganya. Sekira ada para dermawan yang ingin membantu, silahkan menghubungi Edi, kakek kandung Nazwa di nomor 082392189238. 

Keluarga Nazwa memang sangat berharap akan bantuan dari para dermawan. Sebab berbagai cara juga sudah ditempuh keluarga. Seperti mendatangi Dinas Sosial, diketahui pengurusan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang bisa menjamin pengobatan gratis memang belum dibuka kembali oleh Pemerintah Pusat sejak ditutup beberapa waktu lalu.

"Kuotanya penuh dan pusat belum membuka lagi. Tapi bantuan dari Dinas Sosial Inhil ada pak, ya cuma itu, jumlahnya hanya sekitar Rp2 juta saja," terang salah seorang pegawai Dinsos Inhil.

Sementara itu, BPJS yang baru diurus kemarin, juga baru bisa aktif 15 hari lagi. "Itulah bang, makanya kami dah pusing. Apalagi jalan yang mau kami tempuh," kata Edi sedih, kakek yang selama ini merawat Nazwa. (rls)

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa, 18 Februari 2020 - 22:06:07 WIB

Tak Bisa Asal-asalan, Ini Pantangan Gerakan Tari Persembahan Riau

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Pencipta Tari Persembahan Riau, OK Nizami Jamil sangat menekankan ad

Sabtu, 01 Februari 2020 - 23:58:38 WIB

Tak Lagi Menyedihkan, Kini Ada Peti Mati Mewah dan Berkilau

INHILKLIK.COM, NEW YORK - Upacara pemakaman yang biasanya sedih mungkin bisa berubah jadi lebih

Rabu, 29 Januari 2020 - 23:55:01 WIB

Nitizen Terharu! Lihat Video Bapak Tak Punya Kaki Gendong Anaknya Menyusuri Tangga

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Video ayah gendong anak naiki tangga ini membuat netizen banjir air ma

Jumat, 24 Januari 2020 - 22:04:24 WIB

Tupperware Sang Anak Tertinggal di Sekolah, Pria ini Balik Lagi Karena Takut Dimarahi Istri

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Tupperware merupakan salah satu produk yang memiliki harga yang lumaya

Jumat, 10 Januari 2020 - 23:16:33 WIB

HARU! Nama di Seragam Bocah ini Terbalik, Ternyata Sang Ibu Tak Bisa Baca

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Media sosial diramaikan dengna potongan video seorang bocah sekolah da

Jumat, 27 Desember 2019 - 23:33:33 WIB

Gadis Duduk Tak Sopan di Atas Kuburan China ini Viral

INHILKLIK.COM, MALAYSIA - Sebagai bangsa yang beradab, kita dididik untuk selalu menghormati or