Heboh Wanita Didesak Tes Keperawanan oleh Tunangan

Jumat, 13 September 2019 - 23:46:44 WIB
Heboh Wanita Didesak Tes Keperawanan oleh Tunangan

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Media sosial Twitter kembali dihebohkan dengan cuitan seorang dokter tentang pasiennya yang didesak membuktikan keperawanan oleh tunangannya. 

Unggahan akun Twitter @DrAmalinaBakri itu pun langsung menyita perhatian publik lantaran pembuktikan keperawanan seolah paling penting dalam pernikahan.

Pemilik akun Twitter @DrAmalinaBakri cukup terkejut dengan permintaan pasiennya yang ingin membuktikan keperawanan atas permintaan calon suami dan calon mertuanya.

"Seorang gadis bertanya saya soal ini: "Dokter bagaimana saya nak buktikan kepada tunangan dan family kalau saya masih dara. Ada tak medical check-up untuk membuktikannya sebab mereka meminta". First of all, I cannot believe that someone would ask such thing," cuitnya di Twitter.

Dokter Amalina lantas memperlihatkan penjelasan Prof. Dr. Imelda Balchin tentang selaput dara wanita. Penjelasan itu berisi tentang beberapa mitos selaput dara wanita.

Imelda Balchin menjelaskan bahwa selaput dara yang menutup atau disebut imperforate hymen justru bukan suatu kondisi normal. Sejatinya, wanita terlahir dengan selaput dara berlubang-lubang.

Bahkan lubang-lubang selaput dara itu sudah terbentuk sejak masih janin usia 5 bulan. Adanya lubang pada selaput dara itu supaya darah menstruasi bisa keluar.

Viral seorang wanita didesak untuk membuktikan keperawanan (Twitter/@DrAmalinaBakri)

Viral seorang wanita didesak untuk membuktikan keperawanan (Twitter/@DrAmalinaBakri)

 

Lantas, apakah wanita bisa membuktikan keperawanannya secara medis? Melansir dari WHO, memang ada tes keperawanan atau biasa disebut tes dua jari. Tetapi, tes keperawanan ini juga ada beberapa pertimbangan.

1. Tidak ada dasar ilmiah

Tes keperawanan tidak memiliki dasar ilmiah atau klinis. Tidak ada pemeriksaan yang bisa membuktikan seseorang masih perawan atau sudah pernah berhubungan seks.

Bahkan seseorang juga tidak bisa menentukan keperawanan hanya dengan melihat bentuk selaput dara wanita.

2. Pelanggaran hak asasi manusia

Tes keperawanan juga termasuk pelanggaran terhadap hak asasi perempuan dan anak perempuan yang bisa merusak kesehatan fisik, psikologis dan sosial.

Hal ini bisa memperkuat gagasan stereotip tentang seksualitas perempuan dan ketidaksetaraan gender. Selain itu, pemeriksaan ini bisa menyakitkan, memalukan dan traumatis.

3. Berisiko membuat trauma

Tes keperawanan dianggap sebagai bagian dari penilaian para penyintas pemerkosaan. Sehingga tes ini dianggap tidak perlu karena bisa menyebabkan rasa sakit dan mengingatkan seseorang dengan tindakan kekerasan seksual.

 

 


sumber: himedik.com

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Sabtu, 13 Juli 2019 - 23:43:30 WIB

Mengaku Belum Nikah, Ajudan Cantik Iriana Jokowi Ini Bikin Netizen Heboh

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Jagat media sosial belum lama ini dihebohkan dengan salah satu unggaha

Ahad, 03 Maret 2019 - 23:49:17 WIB

Heboh, Ini Penjelasan Tegas Soal Penyebutan Kafir oleh Ustaz Abdul Somad

INHILKLIK.COM, PEKANBARU -  Nahdlatul Ulama (NU) meminta umat Islam di Indonesia untuk tidak la

Senin, 28 Januari 2019 - 22:43:46 WIB

HEBOH! Mempelai Wanita Didatangi Kurir

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Setiap orang pernah menggelar pesta pernikahan, tahu betul ada “ ikla

Rabu, 23 Januari 2019 - 23:43:53 WIB

Mi Ayam Rp2.000 ini Bikin Heboh, Alasan Penjual Sungguh Bikin Haru

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini? Ya, mi ayam memang menj

Kamis, 03 Januari 2019 - 23:50:16 WIB

Yamaha R15 Dipakai Panen Cabai, Netizen pada Heboh

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Di Indonesia sepeda motor sering kali digunakan di luar fungsi sejatinya, y

Rabu, 22 November 2017 - 20:39:10 WIB

Lajang 60 Tahun yang Berhasil Nikahi Gadis Berusia 17 Tahun Warganet Heboh

INHILKLIK.COM, SULTENG - Seorang pria lajang dari Kolaka, Sulawesi Tenggara, yang usianya diseb