Pelajar Pekanbaru Korban Perundungan Patah Hidung dan Trauma

Sabtu, 09 November 2019 - 23:50:43 WIB
Pelajar Pekanbaru Korban Perundungan Patah Hidung dan Trauma

INHILKLIK.COM, PEKANBARU - Pelajar SMP Negeri di Kota Pekanbaru yang menjadi korban perundungan teman sekelasnya hingga harus menjalani operasi karena mengalami patah bagian hidung dan juga mengalami trauma secara psikologis.

"Iya, korban trauma. Kita tengah upayakan memulihkan kondisinya dengan melakukan pendampingan," kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Pekanbaru, AKP Juniasti ditemui di Rumah Sakit Awal Bross, Pekanbaru, Jumat.

Meski begitu, ia mengatakan kondisi korban berangsur membaik. Juniasti bersama tim PPA Satreskrim Polresta Pekanbaru pada Jumat siang menyambangi ruang perawatan pasca bedah.

Juniasti enggan memberikan keterangan lebih detail terkait kondisi korban karena masih dalam tahap penyelidikan kepolisian.

Pantauan Antara, kondisi korban yang diketahui berinisial F tersebut dalam kondisi membaik. Namun, perban yang membalut kepala korban masih belum dibuka. Korban sendiri saat ini masih dirawat setelah menjalani operasi patah bagian hidung.

Kasus perundungan yang menimpa F, pelajar kelas XIII salah satu SMP Negeri di Kota Pekanbaru mendadak viral di media sosial setelah foto korban di unggah ke Facebook.

Kasus bullying itu terungkap setelah adanya postingan pada dinding Facebook yang diunggah akin Rani Chambas, Kamis (7/11) jam 10.31 WIB. Postingan itu kini menjadi perbincangan hangat Warganet di Kota Pekanbaru.

Dalam postingannya, Rani menjelaskan kasus perundungan yang dialami seorang siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Korban sendiri dibully saat di dalam kelas. Bahkan, dia menyebut seorang guru juga tengah berada di dalam kelas itu kala perundungan terjadi.

Namun, si guru itu hanya bermain ponsel tanpa mempedulikan siswanya yang tengah ribut dan membully korban.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Budhia Dianda pihaknya tengah menyelidiki aksi perundungan tersebut setelah menerima laporan polisi dari keluarga korban.

"Laporannya sudah kita terima. Saat ini tengah diselidiki Satreskrim Polresta Pekanbaru," kata Budhia.

Ia menjelaskan bahwa laporan yang disampaikan keluarga korban perundungan itu dilakukan pada Rabu, 6 November 2019 kemarin. Dalam laporannya, Budhi mengatakan aksi perundungan terjadi pada Selasa (5/11). Ada dua pelajar yang disebut sebagai pelaku perundungan itu. Keduanya adalah M dan R, teman sekolah korban.

"Pada tanggal 5 November 2019 pelapor mendapat telpon dari adik pelapor, yang mana menyebutkan korban mengalami luka di bagian hidung yang diakibatkan penganiayaan yg dilakukan oleh M dan R teman sekolah korban," kata Budhi.

sumber: antaranews.com

[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Rabu, 06 November 2019 - 23:56:21 WIB

Viral Pelajar SMA Bikin Lelucon di Tengah Kebakaran, Berujung Penyesalan

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Video sekelompok pelajar viral di media sosial setelah menun

Kamis, 26 September 2019 - 23:41:38 WIB

Wajahnya Berlumur Pasta Gigi, Pelajar Jawab Polisi, "Mau ke Rumah Temanku Pak"

INHILKLIK.COM, MAKASSAR - Karena kepepet, seorang pelajar di Makassar sampai lupa bahwa wajahny

Senin, 06 Mei 2019 - 23:33:58 WIB

Pelajar Nyaris Dihantam Truk, Jadi Bahan Lelucon Warganet

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Berkendara di jalan raya harus penuh konsentrasi. Saat berada di pe

Sabtu, 03 November 2018 - 23:45:51 WIB

Asyik Nongkrong Sama Pacar, Pelajar SMA Sekarat Dibacok, Ternyata....

INHILKLIK.COM, TANGERANG - Empat remaja pelaku pepet rampas beraksi di Jalan Perumahan (Perum) Serpo

Kamis, 18 Oktober 2018 - 23:51:02 WIB

Owalah... Pelajar 18 Tahun Meninggal Karena Rutin Konsumsi Mie Instan Tiap Malam

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Varian rasa mie instan yang lezat memang tak bisa menahan siapapun untuk ti

Senin, 10 September 2018 - 23:38:19 WIB

VIDEO: Tiga Pelajar Tersetrum Dekat Tiang Listrik Saat Banjir, Satu Tewas

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Hujan saat ini mulai terjadi di beberapa wilayah di dunia, bahkan banyak ko