Sri Mulyani: Presiden Jokowi, DPR, Eselon 1 dan 2 Tak Dapat THR

Selasa, 14 April 2020 - 23:19:19 WIB
Sri Mulyani: Presiden Jokowi, DPR, Eselon 1 dan 2 Tak Dapat THR

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan presiden, wakil presiden, anggota DPR dan pejabat negara lainnya tidak akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) pada 2020.

"Sesuai instruksi Presiden bahwa THR untuk presiden, wapres, para menteri, anggota DPR, MPR, DPD, kepala daerah, anggota DPRD, eselon 1 dan 2 tidak dibayarkan THR-nya," kata Sri Mulyani di kantornya di Jakarta, Selasa, 14 April 2020.

Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut melalui konferensi video setelah mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan Bogor.

"Presiden mengatakan THR akan dibayarkan untuk seluruh ASN, TNI, Polri yang posisinya sampai dengan eselon 3 ke bawah," ungkap Sri Mulyani.


THR yang dibayarkan tidak termasuk dengan tunjangan kinerja.

"Jadi seluruh pelaksana dan eselon 3 ke bawah atau yang seaera dengan eselon 3 mendapat THR dari gaji pokok dan tunjangan melekat, tidak dari tukinnya (tunjangan kinerja)," kata Sri Mulyani.

Selanjutnya para pensiunan juga mendapat THR.

"Pensiun juga dapat THR sesuai dengan THR tahun lalu, karena pensiun juga adalah kelompok rentan juga. Jadi THR dilakukan sesuai siklusnya sekarang dalam proses melakukan revisi perpres," ungkap dia.

Sebelumnya, Sri Muylyani mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan terkoreksi banyak. Dalam skenario berat, pemerintah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada posisi 2,3 persen dengan tekanan terbesar pada kuartal kedua.

"Kalau kita kondisi berat panjang, kemungkinan akan terjadi resesi dimana dua kuartal berturut-turut GDP (Gross Domestic Product) bisa negatif. Ini sedang kita upayakan untuk tidak terjadi. Memang sangat berat, namun ini kita menghadapi kondisi yang luar biasa dan kita coba atasi," ungkap Sri Mulyani.

Dengan kondisi itu juga, jumlah penduduk miskin sangat mungkin akan bertambah. Dalam skenario berat penduduk miskin bisa bertambah 1,1 juta orang atau dalam skenario lebih berat Indonesia akan menghadapi kemungkinan tambahan penduduk miskin 3,78 juta orang.

Selanjutnya angka pengangguran yang selama ini sudah menurun, kemungkinan akan mengalami kenaikan.

"Dalam skenario berat ada kemungkinan naik 2,9 juta orang pengangguran baru, sedangkan skenario lebih berat bisa sampai 5,2 juta orang," kata Sri Mulyani.

Pada 2020, pemerintah pun sudah melakukan realokasi dan meninjau ulang anggaran untuk tiga hal, yaitu gizi dan kesehatan untuk menjaga dan mengurangi dampak atau menangani penyebaran COVID-19, belanja di jaring pengaman sosial dan ketiga memberikan dukungan kepada dunia usaha baik sektor informal, UMKM, hingga dunia usaha.


sumber: tempo.co/


[ Ikuti Terus InhilKlik Melalui Media Sosial ]







TULIS KOMENTAR
BERITA TERKAIT
Selasa, 14 April 2020 - 23:18:31 WIB

Sri Mulyani Pastikan ASN Eselon III ke Bawah Dapat THR

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa Aparatur Sipil

Kamis, 20 Februari 2020 - 22:12:31 WIB

Siap-siap! Sri Mulyani Bakal Kenakan Cukai pada 'Asap Knalpot'

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengusulkan pengenaan cukai emisi kendara

Ahad, 29 September 2019 - 23:17:48 WIB

Anaknya Ditangkap karena Sabu, Sri Bintang Pamungkas Salahkan Jokowi

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Sri Bintang Pamungkas (SBP) angkat bicara terkait penangkapan putrinya

Senin, 08 Juli 2019 - 23:57:42 WIB

Rencana Kenaikan Gaji TNI, Sri Mulyani: Kita Semua akan Berikhtiar

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengusulkan kepad

Jumat, 18 Januari 2019 - 23:06:55 WIB

Jokowi Akui Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Atas Usulan Yusril

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi menjelaskan keputusannya untuk membebaskan Ustaz Abu Bakar

Rabu, 31 Oktober 2018 - 23:38:31 WIB

Kapten Batik Air: Apa yang Membedakan Lion, Garuda, Sriwijaya? Sama Saja

INHILKLIK.COM, JAKARTA - Kapten Pesawat Batik Air, Vincent Raditya, menjawab pertanyaan ya