Kanal

Herwanissitas: Masyarakat Butuh Penyelamatan Kelapa

Herwanissitas
INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Sektor perkebunan merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Kabupaten Indragiri Hilir. Berbagai komoditas tanaman perkebunan yang telah dikembangkan selama ini adalah kelapa lokal, kelapa hibrida, kelapa sawit, karet, kopi, coklat dan pinang dan juga sagu.

Dari berbagai komoditas tersebut, kelapa lokal merupakan primadona. Dari data yang dihimpun dari situs Pemerintah Daerah pada tahun 2010 potensi hasil perkebunan di Kabupaten Indragiri Hilir yakni produksi kelapa dalam mencapai 390.924,28 ton pertahun dengan luas lahan 295.380,24 hektar. Sedangkan untuk kelapa hybrida tercatat produksi sebanyak 67.055,69 ton dari luas lahan 28.770 hektar.

Dengan luas lahan sekitar 324.150 hektar dan tingkat produksi sekitar 457.979 ton/tahun, wajar kalau Kubuaten Indragiri Hilir mendapat julukan "Negeri Hamparan Kelapa Dunia".

Meskipun potensi yang dimiliki sangatlah besar, berbagai pemasalahan yang mendera tidak sedikit. Tidak kurang dalam dasawarsa 10-20 tahun belakangan ini, sekitar ratusan ribu lahan pekebunan kelapa telah hilang. Salah satu penyebab utamanya adalah kelemahan pengelolaan trio tata air.

Sebagaimana diketahui, kanal atau parit yang sangat banyak terdapat di daerah ini, selain berfungsi sebagai sarana untuk mempermudah mengangkut kelapa, parit merupakan urat nadi dalam menjaga  tingkat kestabilan lahan perkebunan. Disaat parit sudah tidak mampu menjalankan fungsinya, dikarenakan pintu klip yang rusak, tanggul jebol, adanya pendangkalan, hingga keluar masuknya air tidak lancar, itulah awal dari kerusakan lahan yang terjadi.

Selain itu, permasalahan lainya adalah serangan hama kumbang. Dalam berbagai kajian yang dilakukan oleh pihak yang berkompten,serangan hama dikarenakan oleh tumpukan limbah dari beberapa perusahaan yang beroperasi di sekitar areal lahan perkebunan yang dimiliki oleh masyarakat.

Permasalahan serius lainnya adalah intrusi air laut. Ada sekitar 30-50 persen lahan perkebunan masyarakat terutama yang belokasi di daerah pesisir sudah terkena dampak serius. Rata-rata keluhan dari petani kelapa kepada anggota dewan saat melakukan reses di kawasan pesisir terkait dengan permasalahan tadi.

"Dalam setiap kali saya reses ke lapangan masyarakat selalu mengeluhkan lahan mereka yang terendam. Mereka meminta untuk dibangunkan tanggul dalam rangka menangkal kerusakan lebih parah akibat dari inrusi air asin yang menggenani areal perkebunan mereka," ujar  Herwanisitas salah seorang anggota DPRD Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) tiga kepada media ini beberapa waktu lalu. (gil/hrc/adv)
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER