INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Inhil dengan tegas menyatakan hingga saa ini pihaknya belum menyatakan sikap menerima ataupun menolak pembangunan Kantor Bupati Inhil.
"HMI tidak pernah membicarakan mengenai penolakan pendirian kantor bupati dirapat internal pengurus cabang apalagi meminta untuk mewakili agar salah satu kader berstatemen dimedia (dimana sebelumnya Muhammad Guntur Kader HMI menolak pembangunan Kantor Bupati, red)," Ungkap PAO HMI, Beni Saputra, Minggu (13/12).
Ia mengatakan bahwa ini hanya kekeliruan oknom saja dan terkesan ecek-ecek dengan institusi HMI. Kita, lanjutnya, punya aturan main di himpunan, saya sampaikan seluruh kader HMI pasti akan tertib sesuai aturan yang berlaku dan ini akan kita sikapi dirapat presidum cabang sesuai sangsi yg berlaku di konstitusi.
Sementara itu PTKP HMI, Satria Gafar menungkapkan kantor bupati adalah icon di Kabupaten Inhil jika rakayasa penolakan pembangunan kantor bupati terus dilakukan ini akan sangat berdampak negatif terhadap tatanan kepemerintahan upaya dalam menjawab tuntutan kesejahteraan rakyat disegala sisi.
"Hal yang wajar berbagai keritikan dan masukan disegala lini pemuda maupun masyarakat terhadap penolakan pembangunan kantor bupati, tinggal saja bagaimana pemerintah mengoreksi serta meresolusi setiap kebijakan yang lebih menekankan pada kebijakan yang pro terhadap rakyat khususnya Kabupaten Inhil," Sebut Kabid Kominfo HMI, Saharudin.
Sedangkan Muhammad Guntur (yang sebelumnya menolak pembangunan kantor bupati Inhil, red) mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah berkomentar atas nama lembaga.
"Saya tidak pernh berucap atas nama lembaga, yang terjadi hanyamis komunikasi. Dan sepertinya sikap pengurus HMI cabang tembilahan pun berbeda dengan saya terkait pembangunan gedung baru Kantor bupati, sepertinya mereka lebih mendukung," Sebutnya. (Hrc/gil)
