![]() |
| Ferriyandi (Int) |
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Inhil, Dr Ferryandi ST MM kepada awak media. Senin (23/11). Selain itu, ia juga mengungkapkan, dengan pengelolaan ADD secara benar dan sesuai prosedur, maka akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) serta perkembangan BUMDes.
"Dengan begitu diharapkan bisa menggali sumber-sumber pendapatan asli desa dan memberikan regulasi atau kebijakan baru dari sisi pengalokasian ADD pada sektor unggulan desa dan masyarakat Indragiri Hilir yang bergantung hidup pada perkebunan," ujarnya.
Menurut penilaiannya, kerusakan perkebunan kelapa masyarakat yang terinturasi air asin saat ini memang sudah fatal, oleh sebab itu dengan pengalokasian dana ADD minimal sebesar 25% - 30% mampu memberikan kontribusi perbaikan trio tata air pada perkebunan masyarakat tersebut.
"Ini menjadi bukti nyata dalam bentuk niat yang kongrit bagi pemerintah untuk menyelamatkan lahan-lahan kritis demi peningkaran ekonomi lokal dan menaikkan pendapan petani. Tinggal bagaimana mengatur juklak dan juknisnya saja," kata Ferryandi
Ketertarikannya dengan pengelolaan ADD dalam hal membangun peningkatan diberbagai sektor tadi tidak terlepas dari niatnya untuk membenahi antara persoalan kebutuhan masyarakat yaitu peningkatan ekonomi dan pelayanan publik serta kebutuhan infrastruktur fisik.
"Untuk ini saya ingin memberikan pemikiran-pemikiran dalam persoalan diatas," tukasnya. (Advertorial/ DPRD Inhil)
