INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Lengkaplah sudah penderitaan warga kabupaten Indragiri Hilir, terutama bagi warga yang tinggal di Ibu kota berjuluk Kota Ibadah, Tembilahan.
Kota yang terletak di tepi sungai Indragiri ini sudah sekian lama mengalami kerisis listrik dan air. Hingga saat ini belum ada solusi kongkrit dari pemerintah.
Listrik mati dan air bersih tak mengalir, lengkap lah sudah penderitaan warga Tembilahan saat keduanya terjadi secara bersamaan.
Tarmizi (28), salah seorang warga Tembilahan yang tinggal di jalan Rindang Permata akhirnya meluahkan rasa kesalnya akibat ulah perusahaan milik negara dan milik daerah tersebut.
Pasalnya sudah beberapa hari ini sumber air yang disuplai oleh PDAM Tirta Indragiri tak mengalir kerumahnya, ditambah lagi dilakukannya pemadaman listrik secara bergilir oleh Perusahaan Milik Negara (PLN) Rayon Tembilahan.
Sudah beberapa hari ini juga Tarmizi tidak bisa mandi dan buang air dirumahnya, terpaksa pemuda yang juga mahasiswa tingkat akhir ini menumpang mandi dan buang air di tempat kerabat dan kenalannya.
"Sungguh tersiksa hidup kayak gini, sudahlah air tak ada listrik pula mati, lengkap penderitaan," ungkap Tarmizi, Kamis (15/10/2015).
Tarmizi pun menambahkan Ia tidak tahu lagi harus berkata apa kepada pemerintah, karena persoalan listrik dan air bukan lah hal yang baru, sudah sekian lama permasalahan tersebut dikeluhkan oleh masyarakat.
"Entahlah, kita tak tau lagi mau bilang apa," kesalnya.
Namun Ia tetap berharap Kabupaten Indragiri Hilir segera keluar dari krisis air dan listrik, karena keduanya merupakan kebutuhan pokok yang sangat vital bagi kehidupan manusia.
Air merupakan sumber kehidupan, dan diabad modern ini hampir segala aktivitas manusia sangat bergantung dengan kesediaan listrik. (Ard)
