![]() |
| Syahroni saat menyerahkan berkas pendaftaran kepada Ketua Panitia di Kantor Kepala Desa sungai Luar, Jumat (09/10/2015) |
INHILKLIK.COM, BATANG TUAKA - Syahroni, pria kelahiran 10 Januari 1980 ini memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir setelah puluhan tahun menetap di kota Pekanbaru.
Bukan tanpa alasan bagi Syahroni untuk kembali ke desa yang penuh dengan persoalan kelasik, mulai dari listrik yang masih minim hingga persoalan air bersih dan infsrastruktur yang rusak parah.
Bicara soal mengais rezeki tentunya Ibu Kota lebih menjanjikan dalam hal rupiah. Sudah pandangan umum kesenjangan antara kota dan desa sangat terasa.
Namum bukan masalah persolan peluang rupiah yang memanggil Syahroni untuk kembali, justru persoalan-persoalan sosial dan pembangunan yang masih sangat minim inilah yang memanggil Syahroni untuk kembali ke desa.
Pilkades serentak adalah momentum bagi Syahroni untuk mewujudkan apa yang menjadi niatnya, untuk membangun tidak semudah membalikan telapak tangan, sejumput kekuasaan tentunya lebih bermakna dibanding dengan segudang idealisme, dengan memiliki wewenang yang legal tentunya Ia akan bisa memutuskan dan berbuat bagi kepentingan masyarakat banyak.
Untuk itu dengan keputusan niat yang bulat, Syahroni ikut dan mendaftar sebagai calon kepala Desa Sungai Luar, kampung yang merupakan tanah tumpah darahnya.
Berbekal segudang pengalaman berkiparah di organsiasi masyarakat baik dilevel kabupaten maupun provinsi dan puluhan tahun diperantauan, Syahroni optimis mampu membuka potensi-potensi Desa Sungai Luar yang selama ini kurang diprioritaskan.
Menurut Syahroni, Desa Sungai Luar memiliki banyak potensi terutama disektor ekonomi dan pertanian, Desa Sungai Luar berada dilalu lintas jalur darat beberapa Kecamatan yang berada di wilayah tengah dan utara Kabupaten Indragiri Hilir.
Desa sungai luar juga dilalui oleh jalan Provinsi dan jalan Kabupaten, jadi menurut pria yang akrab disapa Roni ini tidak lah berat untuk membanguan infrastruktur trutama jalan. Hanya tinggal membuat skala prioritas penggunan dana desa akan dialokasikan untuk pembangunan yang dianggap penting.
Selain itu menurut Syahroni, Kades tidak bisa jika hanya berharap dengan anggaran yang ada, memimpin desa harus agresif menjemput bola mencari sumber-sumber dana yang bisa ditarik ke desa.
"Menyelesaikan persoalan desa ini tidak bisa jika kita hanya berkutat di desa saja, kita harus jemput ke provinsi bahkan ke pusat," ungkap Syaroni saat berbincang dengan awak media, Jumat (09/10/2015).
Selain itu menurut Syahroni, memimpin desa juga harus kreatif untuk menarik menggandeng pihak swasta, di Kabupaten Indaragiri Hilir masih sangat kurang industri hilir, padahal banyak potensi yang bisa digarap untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dan menyerap tenaga kerja. BUMDes menjadi kesimpulan Syahroni sebagai strategi dalam mendongkarak perekonomian Desa.
"Selain listrik yang masih menjadi priortias di desa ini, membentuk BUMDes akan memberikan multiefek yang sangat postif bagi kemajuan desa," ungkap Syahroni. (Ard)
