INHILKLIK.COM, PEKANBARU - - Kecewa berat. Itulah yang dialami oleh Marini (34), warga Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru. Liburan lebarannya bersama keluarga berujung sial.
Pasalnya, perhiasan emas miliknya raib dicuri saat menemani sang suami saat berenang di kolam Hotel Tangram Pekanbaru di Jalan Riau Kelurahan Padang Terubuk Kecamatan Senapelan pada Senin (26/06/17) lalu.
Tak tanggung-tanggung, nilai perhiasan yang dicuri dari dalam dompetnya mencapai Rp70 juta saat di pool area (kolam renang, red) hotel berbintang pagi itu sekitar pukul 10.00 wib.
Kekecewaannya justru bertambah. Pasalnya, kepanikan dirinya dan suaminya, Winton (35), justru lama direspon oleh pihak hotel.
"Kami menyesalkan lambatnya penanganan oleh pihak Hotel. Begitu istri saya sadar isi tasnya dicuri, saya langsung lapor ke petugas keamanan hotel. Agar area diamankan dan rekaman CCTv di bagian bar dibuka," kata Winton saat dihubungi wartawan, Sabtu (02/07/17).
Anehnya, kata Winton, respon pihak hotel lambat. Petugas tak langsung mengamankan lokasi, malah mengajaknya ke restoran untuk menjelaskan kronologisnya.
Bahkan, setelah 45 menit berlalu, baru lah rekaman kamera CCTv diputar. Namun, area bar tersebut justru tak terekam kamera.
"Kecewa sekali. Bukan cepat merespon laporan saya, malah mengulur waktu," cetus Winton.
Diceritakannya, kejadian bermula ketika istrinya meletakkan tas miliknya berwarna merah di meja dekat bar yang tak jauh dari kolam renang.
Lalu, ia menelpon temannya sambil berjalan ke arah suaminya berjarak sekitar 20 meter dan meninggalkan tasnya tersebut. Hanya sebentar, Marini kemudian kembali ke tempat tasnya dan mendapati tasnya itu dalam keadaan terbuka.
Setelah diperiksa, Marini kaget bukan kepalang. Ternyata dompet kecil yang berisi perhiasan telah hilang. Saat itu, cerita Winton, isi tasnya berantakan.
"Tolong pak..tolong pak..! Perhiasaan saya hilang di dalam tas," ucap Marini kepada pihak hotel saat itu, seperti ditirukan Winton kepada wartawan.
Winton mengakui, kehilangan ini akibat adanya kelalaian dari istrinya. Namun sayangnya, respon pihak hotel lambat. Padahal, katanya, orang yang dicurigai masih berada di sana dan sempat keluar masuk ke area kolam renang.
"Respon pihak hotel saat kejadian itu telah berjalan sekitar 45 menit. Padahal kejadian itu langsung diketahui istri saya. Kan bisa direspon, ini gak mau mereka," kesalnya.
Akibat kejadian ini, Winton dan Istrinya akhirnya membuat laporan ke kepolisian.
Data di kepolisian, perhiasan emas Marini yang dilaporkan hilang antara lain ; 1 (satu) buah gelang emas 24 karat seberat 15 emas, 1 buah tusuk sanggul 24 karat seberat 10 emas, 1 buah cincin 24 karat seberat 4 emas, 1 buah cincin bermata 24 karat seberat 5 emas, 1 buah rantai kalung 24 karat seberat 3 emas, 1 buah mata kalung emas berbentuk bunga 24 karat seberat 1 emas, 1 pasang anting emas berbentuk bungu 24 karat seberat 1 emas dan 1 buah kalung berlian.
Total kerugian yang dialami berkisar Rp70 juta.
"Benar, korban langsung membuat laporan pada hari itu juga (Senin, 26/06/17) ke Polsek Senapelan," ungkap Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Sabtu.
Terpisah dihubungi, Kanit Reskrim Polsek Senapelan Iptu Abdul Halim, menyatakan akan memeriksa pihak hotel terkait kasus kehilangan perhiasan tamu.
"Senin besok, kita akan periksa pihak Hotel Tanggram sebagai status saksi. Saat ini keterangan dari korban sudah didapatkan," kata Abdul. (brc)