INHILKLIK.COM, JAKARTA - Federasi Futsal Indonesia (FFI) terus membuat langkah-langkah terobosan untuk memajukan futsal Indonesia, agar menjadi olahraga kebanggaan bangsa di tingkat internasional.
"Kita terus kembangkan futsal sebagai olahraga unggulan bangsa kita,” kata Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI) Hary Tanoesoedibjo saat memimpin Rakor FFI di MNC Tower, Jakarta, Minggu (1/10/2017)
Dengan kemandiriannya FFI membangun prestasi futsal di Indonesia. Seperti diketahui, klub futsal profesional di daerah pun selama ini berkembang secara mandiri di daerah-daerah.
Untuk meningkatkan performa futsal, terutama klub-klub profesional di daerah, HT melakukan sebuah terobosan yaitu dengan konsep Bapak angkat. Nantinya bapak angkat tersebut akan membantu klub-klub profesional di daerah secara logistik.
Dengan begitu latihan-latihan intensif akan lebih maksimal, tim-tim tersebut pun bisa mendapatkan pelatih mumpuni dan pemain-pemain bagus. Semua hal tersebut membutuhkan logistik yang cukup besar agar bisa berjalan maksimal.
"FFI akan membantu klub profesional mencari bapak angkat agar bisa maksimal latihan intensif, mendapat pemain dan pelatih bagus,” ungkap HT
Sebagai insentif, HT yang akan memberikan iklan bagi bapak angkat yang bersedia membantu klub-klub profesional di daerah. Sehingga tim di daerah bisa besar, dan bapak tersebut pun mendapatkan insentif iklan di MNC media.
Dengan konsep tersebut HT berharap futsal akan mengalami kemajuan yang lebih pesat lagi. Sebab prestasi membutuhkan latihan yang intensif.
Di sisi lain secara nasional FFI terus mengadakan kompetisi-kompetisi nasional dan mengikuti berbagai ajang futsal internasional. "FFI terus mengadakan kompetisi, pertandingan persahabatan dengan tim asing untuk tingkatkan percaya diri pemain, menyediakan pelatih dan wasit memadai," ungkapnya
Seperti diketahui futsal Indonesia terus mencatatkan prestasi gemilang. Lompatan-lompatan prestasi ditunjukan di lapangan
"Kepada penggemar dorong terus futsal, bantu moral, doa restu supaya futsal jadi kebanggaan Indonesia di dunia internasional," pungkas HT
Rakor tersebut dihadiri oleh 14 klub perwakilan yaitu Vamos FC, Permata Indah Futsal, Bintang Timur Surabaya, Mataram FC, GIGA FC, Antam FC, Blacksteel, SKN FC, Kancil BBK Pontianak, Futsal UPI, Jaya Kencana Angels, Kebumen Angels, Netic FC, dan ME United.
Sekjen FFI menjelaskan rakor tersebut terkait persiapan FFI dalam menyambut agenda pada 2018 maupun persiapan klub dalam mengatur internal organisasi, baik pemain atau pun pelatih.
Dari rakor tersebut, kesepakatan yang ada salah satunya membahas syarat pelatih internasional yang harus memiliki ban pelatih AFC Level 3 atau setara. Sementara dalam musim 2018, FFI akan fokus mempersiapkan tiga turnamen bergengsi AFF serta lima kompetisi yang dihelat AFC.
Pada AFC Futsal Club Championship 2017, Indonesia sendiri mengirimkan Vamos Mataram sebagai wakilnya. Sementara pada AFF Futsal Club Championship 2017, Permata Indah Futsal menjadi wakil. (okz)