![]() |
| Ilustrasi (Jurnalasia.com) |
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris DTPHP Kabupaten Inhil, RM Sudinoto saat dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (19/6). “Hasil pertanian oktober 2014 hingga maret 2015, masih belum mencapai hasil yang memuaskan akibat terjadinya banjir dan serangan hama di beberapa daerah,” jelasnya.
Namun, untuk musim panen April-september 2015 ini, Sudinoto menyatakan optimismenya akan memenuhi target. Dijelaskannya, dengan waktu yang masih ada, maka sisa 9.367 hektar akan bisa diselesaikan.
“Target penanaman adalah 16 ribu hektar. Saya sangat optimis itu bisa kita laksanakan,” tambahnya.
Apalagi, Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan aktif turun langsung kelapangan untuk memantau perkembangan dunia pertanian. Hal ini menyebabkan motivasi para petani maupun petugas penyuluh semakin tinggi untuk memenuhi target yang diinginkan.
“Saat ini, rata-rata hasil pertanian padi di Inhil menghasilkan 4,5 ton perhektar, namun dibeberapa tempat, seperti di Kecamatan Kempas, hasil padi mencapai 7-8 ton perhektar. Jika target 16 ribu hektar berhasil, maka Inhil akan surflus beras,” pungkasnya. (Aditya)
