INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Milad ke 50 yang juga menjadi milad emas bagi Kabupaten Indragiri Hilir diharapkan menjadi momen untuk melakukan kebijakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Inhil untuk menyelamatkan perkebunan kelapa.
Hal itu diungkapkan oleh ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Inhil, Ir. Junaidi saat berbincang dengan INHILKLIK.COM, Minggu (14/6).
"Jangan lagi mengucapkan kata akan, akan melakukan ini, akan membangun itu untuk perkebunan kelapa namun sejauh ini nol belaka," Ungkapnya.
Junaidi juga meminta kepada pemerintah untuk melihat lagi kebelakang, sejarah Kabupaten Inhil yang pernah mendapatkan Penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha pada tahun 1973 dibawah kepemimpinan Bupati Inhil, almarhum Drs H Baharuddin Yusuf.
"Pada saat itu tingkat kesejahteraan masyarakat Inhil cukup tinggi. Padahal, infrastruktr darat waktu itu belum terbangun, masih menggunakan jalur air. Tingginya perekonomian masyarakat saat itu karena kelapa masyarakat masih bagus-bagusnya tidak seperti sekarang," sebut Junaidi.
Kelapa merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, jika terputus maka kesejahteraan masyarakat akan terancam. "Saat ini, penyakit sudah menghantui kebun kelapa, jika tidak segera dilakukan pengobatan akan berbahaya," katanya.
Jika hanya penyelamatan perkebunan kelapa hanya wacana, sekedar ungkapan pemanis bibir untuk pencitraan, dikatan Junaidi semua orang bisa melakukannya.
"Saat ini sudah mau memasuki pembahasan program 2016. Jika Pemkab Inhil memang serius ingin menyelamatkan perkebunan kelapa, maka anggaran untuk perkebunan harus ditambah, kalu perlu diprioritaskan dengan mendapat anggaran paling besar dari APBD Inhil," pungkasnya. (Aditya)