INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Salah satu cara mempertahankan tanaman kelapa, kata Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan, yakni tidak melakukan alih fungsi lahan tanaman kelapa dengan tanaman lainnya.
Oleh karenanya ia berharap agar masyarakat tak tergiur atau sampai melakukan alih fungsi lahan tanaman kelapa menjadi tanaman lain, seperti tanaman sawit. Mengingat kelapa merupakan tanaman asli Kabupaten Inhil.
“Kalau ini (alih fungsi lahan) terus dilakukan bagaimana bisa kita akan mempertahankan tanaman kelapa yang merupakan tanaman asli Inhil,” kata Bupati Inhil HM Wardan dalam salah satu kesempatan baru-baru ini.
Bupati menuturkan bahwa perkebunan kelapa merupakan salah satu sektor tanaman yang ingin kembali dioptimalkan tanpa mengenyampingkan sektor-sektor lainnya. Maka dari itu Pemkab Inhil tengah berusaha meningkatkan produksi kelapa melalui revitalisasi dan sebagainya.
“Bayangkan saja kalau sekitar 431.000 hektare lahan perkebunan kelapa kita dalam keadaan baik semua. Maka dampaknya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Wardan.
Di samping itu orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini mengatakan dari luas itu, terdapat sekitar 100.000 hektare kebun kelapa tidak lagi produktif. Ketidak keproduktifan kebun itu disebabkan banyaknya kelapa yang sudah berusia 50 hingga 70 tahun.
“Karenanya kita telah mencanangkan program penyelamatan kebun kelapa secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan,” jelas Bupati.
Lanjutnya, selain program revitalisasi pihaknya juga telah menyiapkan program trio tata air yaitu program mengenai penataan manajemen kelola air dengan menggunakan tanggul, tali air dan pintu air serta program lain sebagainya. (adv/inhiltoday)
Oleh karenanya ia berharap agar masyarakat tak tergiur atau sampai melakukan alih fungsi lahan tanaman kelapa menjadi tanaman lain, seperti tanaman sawit. Mengingat kelapa merupakan tanaman asli Kabupaten Inhil.
“Kalau ini (alih fungsi lahan) terus dilakukan bagaimana bisa kita akan mempertahankan tanaman kelapa yang merupakan tanaman asli Inhil,” kata Bupati Inhil HM Wardan dalam salah satu kesempatan baru-baru ini.
Bupati menuturkan bahwa perkebunan kelapa merupakan salah satu sektor tanaman yang ingin kembali dioptimalkan tanpa mengenyampingkan sektor-sektor lainnya. Maka dari itu Pemkab Inhil tengah berusaha meningkatkan produksi kelapa melalui revitalisasi dan sebagainya.
“Bayangkan saja kalau sekitar 431.000 hektare lahan perkebunan kelapa kita dalam keadaan baik semua. Maka dampaknya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Wardan.
Di samping itu orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini mengatakan dari luas itu, terdapat sekitar 100.000 hektare kebun kelapa tidak lagi produktif. Ketidak keproduktifan kebun itu disebabkan banyaknya kelapa yang sudah berusia 50 hingga 70 tahun.
“Karenanya kita telah mencanangkan program penyelamatan kebun kelapa secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan,” jelas Bupati.
Lanjutnya, selain program revitalisasi pihaknya juga telah menyiapkan program trio tata air yaitu program mengenai penataan manajemen kelola air dengan menggunakan tanggul, tali air dan pintu air serta program lain sebagainya. (adv/inhiltoday)
