INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Seorang pria yang merupakan warga Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), RI, tega menampar teman sekolah anaknya hanya gara-gara anaknya dan korban ejek-ejekan saat istirahat sekolah.
Korban, MD (11) dan anak pelaku, RZ keduanya merupakan siswa Sekolah Dasar di salah satu SDN di Kecamatan Tempuling.
Berdasarkan keterangan dari Kepolisian Sektor Tempuling, kasus kekerasan tersebut terjadi pada Selasa (26/5/2015) kemarin, dimana saat jam istirahat sekolah yaitu sekitar pukul 15.00 WIB, korban dan anak pelaku berejek-ejekan di halaman sekolah.
''Pada saat bermain itu, mereka ejek-ejekan, dan anak pelaku pun pulang ke rumah, kemudian mengadu kepada orangtuanya,'' jelas Kanit Reskrim Polsek Tempuling, IPDA Syamsul Kamar seperti dikutip dari Goriau.com, Rabu (3/6/2015).
Setelah itu, ayah RZ kemudian datang ke sekolah dan menghampiri korban, seraya bertanya kenapa korban selalu mengganggu anaknya.
''Lalu korban menjawab, 'Aku tak ada ganggu, ngapa kau'. Mendengar jawaban dari korban seperti itu, pelaku langsung emosi dan menampar bagian pipi korban sebanyak 1 kali,'' tambah Kanit.
Selanjutnya dikatakan Kanit, pelaku kemudian memegang tangan kiri dan kerah baju korban sambil menarik korban menuju ruang perpustakaan sekolah.
''Dibawanya ke ruang perpustakaan, dikiranya itu ruang guru, di tempat itu korban sempat berulang-ulang mengatakan maaf,'' tukas Syamsul.
Setelah guru datang ke ruangan perpustakaan itu, keduanya pun lalu dilerai dan di minta pulang ke rumah masing-masing.
Setelah kejadian itu, ayah korban merasa tidak terima dan melaporkan ke Polsek Tempuling pada Jumat (29/5/2015).
''Berdasarkan keterangan dari pelapor yaitu ayah korban, akhirnya, pelaku kita amankan,'' jelas IPDA Syamsul Kamar. (grc)
Korban, MD (11) dan anak pelaku, RZ keduanya merupakan siswa Sekolah Dasar di salah satu SDN di Kecamatan Tempuling.
Berdasarkan keterangan dari Kepolisian Sektor Tempuling, kasus kekerasan tersebut terjadi pada Selasa (26/5/2015) kemarin, dimana saat jam istirahat sekolah yaitu sekitar pukul 15.00 WIB, korban dan anak pelaku berejek-ejekan di halaman sekolah.
''Pada saat bermain itu, mereka ejek-ejekan, dan anak pelaku pun pulang ke rumah, kemudian mengadu kepada orangtuanya,'' jelas Kanit Reskrim Polsek Tempuling, IPDA Syamsul Kamar seperti dikutip dari Goriau.com, Rabu (3/6/2015).
Setelah itu, ayah RZ kemudian datang ke sekolah dan menghampiri korban, seraya bertanya kenapa korban selalu mengganggu anaknya.
''Lalu korban menjawab, 'Aku tak ada ganggu, ngapa kau'. Mendengar jawaban dari korban seperti itu, pelaku langsung emosi dan menampar bagian pipi korban sebanyak 1 kali,'' tambah Kanit.
Selanjutnya dikatakan Kanit, pelaku kemudian memegang tangan kiri dan kerah baju korban sambil menarik korban menuju ruang perpustakaan sekolah.
''Dibawanya ke ruang perpustakaan, dikiranya itu ruang guru, di tempat itu korban sempat berulang-ulang mengatakan maaf,'' tukas Syamsul.
Setelah guru datang ke ruangan perpustakaan itu, keduanya pun lalu dilerai dan di minta pulang ke rumah masing-masing.
Setelah kejadian itu, ayah korban merasa tidak terima dan melaporkan ke Polsek Tempuling pada Jumat (29/5/2015).
''Berdasarkan keterangan dari pelapor yaitu ayah korban, akhirnya, pelaku kita amankan,'' jelas IPDA Syamsul Kamar. (grc)
