INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Keberadaan bangunan megah yang direncanakan sebagai kampus Universitas Islam Indragiri oleh Bupati Inhil priode lalu, H Indra Mukhlis Adnan hingga kini masih menjadi bangunan kosong.
Gedung megah yang dibangun dengan dana ratusan milyar tersebut masih belum bisa difungsikan. Menurut Bupati Indragiri Hilir saat ini, H Wardan, bangunan tersebut masih dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
“Gedung itu sedang kita evaluasi, dan sekarang masih dalam proses adminstrasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ungkap Bupati Inhil HM Wardan usai menghadiri Wisuda Unisi, Sabtu (30/05/2015).
Sementra itu, DR H indra Muchlis Adnan, mantan Bupati Inhil sekaligus sebagai Ketua Pembina Yayasan Tasik Gemilang mengatakan , jika Pemerintah Daerah tidak ingin meminjamkan gedung itu kepada dirinya, Ia berharap Pemerintah meminjamkan gedung yang sudah dibangun itu untuk mahasiswa, yang mayoritas anak-anak Inhil.
“Apabila gedung itu terbengkalai, itu akan menjadi temuan baru, yakni kenapa pemerintah daerah tidak bisa memanfaatkan bangunan yang sudah di bangun dari anggaran APBD ataupun uang rakyat itu dibiarkan begitu saja,” kata Indra Muchlis Adnan.
Terkait pemeriksaan BPK terhadap bangunan megah yang direncanakan untuk Unisi, Indra Muchlis menyebutkan, bahwa dalam proses audit yang dilakukan oleh BPK hanya pada satu tahun anggaran, tapi kenyataannya sampai sekarang audit yang dilakukan belum selesai juga yang telah masuk dua tahun anggaran.
“Seharusnya hasil audit yang dilakukan BPK sudah ada, kalaupun itu ada temuan,” pungkas Indra Muchlis Adnan. (Aditya)
Gedung megah yang dibangun dengan dana ratusan milyar tersebut masih belum bisa difungsikan. Menurut Bupati Indragiri Hilir saat ini, H Wardan, bangunan tersebut masih dalam proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.
“Gedung itu sedang kita evaluasi, dan sekarang masih dalam proses adminstrasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ungkap Bupati Inhil HM Wardan usai menghadiri Wisuda Unisi, Sabtu (30/05/2015).
Sementra itu, DR H indra Muchlis Adnan, mantan Bupati Inhil sekaligus sebagai Ketua Pembina Yayasan Tasik Gemilang mengatakan , jika Pemerintah Daerah tidak ingin meminjamkan gedung itu kepada dirinya, Ia berharap Pemerintah meminjamkan gedung yang sudah dibangun itu untuk mahasiswa, yang mayoritas anak-anak Inhil.
“Apabila gedung itu terbengkalai, itu akan menjadi temuan baru, yakni kenapa pemerintah daerah tidak bisa memanfaatkan bangunan yang sudah di bangun dari anggaran APBD ataupun uang rakyat itu dibiarkan begitu saja,” kata Indra Muchlis Adnan.
Terkait pemeriksaan BPK terhadap bangunan megah yang direncanakan untuk Unisi, Indra Muchlis menyebutkan, bahwa dalam proses audit yang dilakukan oleh BPK hanya pada satu tahun anggaran, tapi kenyataannya sampai sekarang audit yang dilakukan belum selesai juga yang telah masuk dua tahun anggaran.
“Seharusnya hasil audit yang dilakukan BPK sudah ada, kalaupun itu ada temuan,” pungkas Indra Muchlis Adnan. (Aditya)
