![]() |
| Foto: Chaidir Anwar Tanjung/Detik.com |
Mereka tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (28/5/2015) sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka ini sempat 'disandera' perusahaan judi atas dugaan salah satu rekan mereka menggelapkan uang perusahaan sebanyak Rp 2,1 miliar.
Kedatangan mereka dijemput Bupati Meranti, Irwan Nasir di Bandara SSK termasuk utusan orangtua dari para WNI.
Dari Bandara, Bupati Meranti Irwan membawa mereka ke gedung PWI Riau, di Jl Arifin Achmad. Irwan menyebutkan, agar 13 warganya itu nantinya kembali ke Kabupaten Meranti, tidak perlu cemas ataupun takut.
"Saya harapkan bisa kembali seperti semula. Hilangkan semua rasa kecemasan yang ada sebagaimana yang dirasakan saat di Kamboja. Walau saya sendiri tidak tahu pasti apa yang terjadi selama di Kamboja," kata Irwan.
Dia juga menekankan tidak perlu cemas bila ada tekanan dari pihak mana pun."Kalian sudah kembali ke tanah air, jadi tidak ada lagi yang perlu ditakutkan. Kalau ada pihak-pihak mencoba intervensi, silahkan laporkan ke Polres Meranti," kata Irwan.
Diberitakan sebelumnya, ada 24 WNI yang bekerja di perusahaan judi di Kamboja. Dari jumlah itu, 17 orang berasal dari Riau dan Kepri. Namun belakangan 16 orang di antaranya sempat disandera pihak perusahaan judi.
ni terkait dugaan Jefry Sun warga Meranti yang membawa 16 orang tersebut diduga menggelapkan uang perusahaan Rp 2,1 miliar. Atas dugaan itu, pihak perusahaan menyandera 16 orang bila Jefru Sun tidak mengembalikan uang tersebut.
Jefry Sun sendiri setelah melarikan uang sempat berada di Malaysia. Namun belakangan menyerahkan diri ke KBRI di Malaysia. Dari sana Jefry Sun kembali dibawa ke Kamboja untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sampai kini, Jefry Sun masih berada di Kamboja. Dan masih ada sebagian lagi yang tengah diproses di Kamboja. Pihak KBRI akan berusaha untuk memulangkan semua WNI yang ada bekerja di perusahaan judi. (detik)
