Kanal

100.000 Hektare Kelapa di Inhil Tidak Produktif Lagi

INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Sekitar 100.000 Hektare kebun kelapa yang berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau tidak produktif karena tua dan terkena intrusi air laut. "Ketinggian intrusi air laut setiap tahunnya meningkat dan sebagian besar pohon-pohon kelapa itu sudah berusia sekitar 50 hingga 70-an tahun, bahkan ada yang mencapai ratusan tahun," kata Bupati Indragiri Hilir Muhammad Wardan di Tembilahan, Kamis (14/5). Oleh sebab itu, Wardan menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan revitalisasi atau peremajaan terhadap pohon-pohon kelapa yang sudah tidak produktif secara bertahap. "Kita akan merevitalisasi pohon-pohon kelapa itu agar ke depan dapat berbuah secara produktif lagi," ujarnya. Dia mengatakan jika perkebunan kelapa sudah produktif, maka secara tidak langsung perekonomian masyarakat khususnya Indragiri Hilir akan kembali mengalami peningkatan. "Indragiri Hilir memiliki luas perkebunan kelapa mencapai 431.000 hektare, yang mana 90 persen dari kebun itu merupakan kebun swadaya masyarakat, dan 10 persennya dikelola oleh perusahaan milik swasta," paparnya. Selain akan merevitalisasi kebun kelapa, dia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah memprogramkan "Trio Tata Air", yaitu program penataan manajemen kelola air dengan pembangunan tanggul, tali air, dan pintu air. "Kami optimistis, hal ini akan berhasil menyelamatkan perkebunan kelapa yang ada di Indragiri Hilir," ucapnya. (beritasatu)
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER