![]() |
| Ilustrasi (bsns.net) |
Seperti dituturkan Narji (40) warga Parit 15 Tembilahan. Untuk mendapatkan satu tabung gas elpiji 3 Kg ia harus rela berkeliling ke sejumlah tempat-tempat pengecer dan agen. Kondisi itu jelas membuat ia tak nyaman.
“Sampai ke Kelurahan Pekan Arba saya cari tak juga ada. Menurut penjual sore baru elpijinya ada. Mau tak mau kita harus menunggu,” keluhnya, kemaren (12/5). Karena tak dapat mendapatkan elpiji, ia memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas masak.
“Ada yang bilang harganya Rp30 ribu satu tabung. Itupun sulit untuk menemukanya,” kata Narji.
Senada dengan Inur, salah seorang ibu rumah tangga. Sebagai konsumen kondisi ini tentu membuat dirinya cemas. Pasalnya saat ini gas sudah menjadi kebutuhan pokok bagi rumah tangga mereka. Apa jadinya jika kebutuhan pokok sudah sulit didapati.
“Tak bisa kami banyangkan kenapa seperti ini. Jangan-jangan kondisi ini berlangsung hingga bulan puasa nanti,” sebutnya.
Inur berharap pemerintah mencari solusi kenapa gas elpiji 3 Kg mulai langka dalam beberapa hari ini. Ia menduga ada permainan oleh pihak-pihak tertentu dengan memanfaatkan kelangkaan elpiji 3 Kg.
“Kita sebagai masyarakat rendahan ini selalu menjadi korban. Sudah harganya mahal, langka lagi. Mau ke mana lagi kita mengeluhkannya. Semua seakan tidak pernah peduli dengan apa yang dialami warga,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir, H Pahrolrozy terkejut saat dikonfirmasi mengenai kelangkaan gas elpiji 3 Kg. Sampai saat ini ia merasa belum mendapat informasi tentang itu.
“Nanti langsung saya kros cek ke agen. Apa benar informasi ini. Kalau benar kenapa bisa terjadi,”jawab Pahrolrozy.
Seharusnya tidak terjadi kelangkaan seperti yang dikeluhkan warga. Pasalnya secara kuota, gas elpiji 3 Kg cukup sesuai keperluan. Begitu pula mengenai harga jual. Pemerintan Kabupaten (Pemkab) Inhil telah menetapkan HET-nya.
“Artinya agen wajib menjual dengan harga yang telah ditetapkan. Ini sudah menjadi ketentuan dan tak bisa diabaikan,” imbuhnya.(inhiltoday)
