Semua mesin sewa milik vendor PLN Rayon Tembilahan selalu mengalami gangguan. Padahal, upaya perbaikan terus dilakukan. "Diperbaiki ini, itu yang sakit. Diperbaiki itu, ini yang gangguan. Makanya saya bilang, mulai dari PLN wilayah sampai ke bawah menejemennya yang tak bermasalah. Jadi wajar saja kalau masyarakat berpikir PLN ada 'permainan',"sebutnya. Menurutnya, kalau bicara secara teknis, segalanya bisa dihitung baik, asumsi, network planning, rekayasa, seffty dan keamanan. Masalahnya PLN menambah jaringan tapi lupa menambah daya. "Mustahil perencanaan tidak ada, apa lagi cadangan peralatan mesin tidak punya,"ujarnya. Dikatakan, saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Komisi III dan pernah menjumpai menejer area rengat. Di mana tahun 2014 akan membuat program jaringan baru sampai ke wilayah belantaraya. Ketika ditanya sudah jalan apa tidak program tersebut, pihak area rengat mengatakan sudah, namun faktanya, jangankan jaringan, tiangnya saja tidak ada. "Ini adalah pembohongan publik. Artinya PLN sudah terbiasa melakukan pembohongan publik," Pungkasnya (Aditya)
Terkait PLN Tembilahan, Dewan: Yang Sakit Mesinya atau Oknumnya?
Semua mesin sewa milik vendor PLN Rayon Tembilahan selalu mengalami gangguan. Padahal, upaya perbaikan terus dilakukan. "Diperbaiki ini, itu yang sakit. Diperbaiki itu, ini yang gangguan. Makanya saya bilang, mulai dari PLN wilayah sampai ke bawah menejemennya yang tak bermasalah. Jadi wajar saja kalau masyarakat berpikir PLN ada 'permainan',"sebutnya. Menurutnya, kalau bicara secara teknis, segalanya bisa dihitung baik, asumsi, network planning, rekayasa, seffty dan keamanan. Masalahnya PLN menambah jaringan tapi lupa menambah daya. "Mustahil perencanaan tidak ada, apa lagi cadangan peralatan mesin tidak punya,"ujarnya. Dikatakan, saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Komisi III dan pernah menjumpai menejer area rengat. Di mana tahun 2014 akan membuat program jaringan baru sampai ke wilayah belantaraya. Ketika ditanya sudah jalan apa tidak program tersebut, pihak area rengat mengatakan sudah, namun faktanya, jangankan jaringan, tiangnya saja tidak ada. "Ini adalah pembohongan publik. Artinya PLN sudah terbiasa melakukan pembohongan publik," Pungkasnya (Aditya)
Ikuti Terus InhilKlik