![]() |
| HM Wardan (Kiri), Sulaiman MZ (Kanan) |
Keheranan itu timbul, lantaran apa yang dikatakan Bupati, menurut dewan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada saat ini.
Seperti yang dikatakan anggota Komisi II DPRD Inhil, Sulaiman MZ belum lama ini, jika Bupati benar peduli dengan perkelapaan, seharusnya dikatakannya, pada APBD tahun ini, Bupati menganggarkan lebih besar untuk penyelamatan kebun kelapa yang rusak.
''Seharusnya terlihat dari anggaran untuk petani, tapi kenyataan yang ada, tidak seperti itu,'' ujar Politisi Partai Amanat Nasional tersebut seperti dilansir Goriau.com, Jumat (24/04/2015)
Apalagi dikatakannya, saat ini timbul perkataan Bupati yang bangga dikatakan sebagai Bapak Kelapa, padahal yang terjadi, kebun kelapa di Inhil ini hampir menjadi hikayat saja.
''Timbul bahasa, Bapak Kelapa, kalau saya gak mau jadi Bapak Kelapa. Yang saya mau, kebun kelapa diselamatkan, dan perekonomian petanipun berjalan lancar,'' tutup Sulaiman. (grc)
