INHILKLIK.COM, TEMBILAHAN - Untuk mensyiarkan agama Islam, Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Riau HM Wardan menggelar Maulid Al-Habsyi di pondopo kediamannya, Minggu malam (5/4/15).
"Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap malam Senin, minggu pertama setiap bulannya," kata Wardan kepada awak media.
Selain Wardan, tampak juga Staf Ahli Bupati Inhil Syar'I, Kabag Kesra Setda Inhil Arifin, Pelaksana tugas (plt) Binamarga Rasyid, Anggota DPRD Inhil Sumardi, dan majelis ta'lim.
Bupati kelapa ini mengungkapkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk mensyairkan agama Islam di Negeri Seribu Parit.
"Mensyairkan agama Islam, sehingga nuansa relegi di negeri yang dikenal Kota Ibadah ini tetap menggema," pungkas mantan Kadisdik Provinsi Riau.
Sebelum melaksanakan Maulid Al-Habsyi tersebut juga dilakukan pembacaan berbagai macam doa dan membaca shalawat untuk memanjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang Maha Esa.
Suasana religius pun tampak kental saat acara yang dihadiri puluhan orang dengan memakai kostum muslim ini berlangsung. Lantunan suara pembacaan doa-doa dan shalawat juga terdengar sangat riuh karena dibaca serentak oleh para tokoh-tokoh agama tersebut. (adv/bertuahpos)
"Kegiatan ini rutin kita laksanakan setiap malam Senin, minggu pertama setiap bulannya," kata Wardan kepada awak media.
Selain Wardan, tampak juga Staf Ahli Bupati Inhil Syar'I, Kabag Kesra Setda Inhil Arifin, Pelaksana tugas (plt) Binamarga Rasyid, Anggota DPRD Inhil Sumardi, dan majelis ta'lim.
Bupati kelapa ini mengungkapkan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut untuk mensyairkan agama Islam di Negeri Seribu Parit.
"Mensyairkan agama Islam, sehingga nuansa relegi di negeri yang dikenal Kota Ibadah ini tetap menggema," pungkas mantan Kadisdik Provinsi Riau.
Sebelum melaksanakan Maulid Al-Habsyi tersebut juga dilakukan pembacaan berbagai macam doa dan membaca shalawat untuk memanjatkan puji dan syukur kepada tuhan yang Maha Esa.
Suasana religius pun tampak kental saat acara yang dihadiri puluhan orang dengan memakai kostum muslim ini berlangsung. Lantunan suara pembacaan doa-doa dan shalawat juga terdengar sangat riuh karena dibaca serentak oleh para tokoh-tokoh agama tersebut. (adv/bertuahpos)
