![]() |
| Mobil produksi Pyonghwa Motors dalam pameran di China (Viva.co.id) |
Laman Chosun Ilbo, Senin, 6 April 2015, mengutip laporan media Jerman, Stern, menyebut Korut sedang bermain-main dengan bentuk kuno kapitalisme, di bawah sistem politik yang digambarkan sebagai "komunisme zaman batu."
Pengusaha Jerman Nils Weisensee, yang mengklaim telah mengajarkan kapitalisme pada orang Korut, mengatakan iklan mobil telah terlihat di Pyongyang, toko-toko aplikasi ponsel bermunculan.
"Iklan-iklan mobil dari Pyonghwa Motors, toko-toko ponsel, bar, dan restoran kelas atas, semua mengindikasikan perubahan menuju kapitalisme," kata Nils pada Stern.
Toko-toko aplikasi memang hanya beroperasi di luar jaringan di Korut, di mana akses internet dikontrol ketat oleh negara. Para konsumen hanya dapat mengunduh aplikasi melalui kabel data.
Di jalan-jalan Pyongyang, warna-warni yang cerah dan berbagai model dapat terlihat. "Orang-orang yang mengikuti tren (di Korut), adalah industrialis generasi pertama," tulis Stern.
Nils yang menjalankan dua kedai kopi di Shanghai, mengaku telah bekerja untuk agen pendidikan Korut, Chosun Exchange yang berbasis di Singapura, sejak 2013.
Chosun Exchange didirikan pada 2007, bertujuan untuk mendidik generasi muda Korut tentang politik, ekonomi, dan hukum. Pada awal April, sebuah jaringan kopi internasional disebut telah dibuka di Pyongyang.
Nils mengaku telah mengajarkan sedikitnya 800 pemuda Korut, tentang bagaimana memulai usaha dan tentang kapitalisme. Dia mengajarkan prinsip dasar pasar, menjelaskan apa yang konsumen inginkan.
Dia juga mengajarkan, mengapa mereka sangat penting dan staf harus dimotivasi. Nils menyebut Korut butuh banyak produk baru, dan Pyongyang kini memberi kebebasan lebih luas bagi pengusaha.
Walau begitu, Stern menulis, sejauh ini, belum ada pejabat Korut yang menyebut tentang reformasi atau dibukanya pasar. (viva)
