Kanal

WALHI RIAU: Kerusakan Kebun Kelapa di Inhil Akbiat Subsidensi Gambut

Diskusi Publik terkait Desa Pungkat yang digelar LALH, Selasa (24/03/2015)
INHILKLIK.COM, PEKANBARU – Persoalan  perkebunan kelapa di Kabuputen Indgairi Hilir saat ini adalah banyak perkebunan masyarakat yang sudah tidak produktif lagi yang salah satunya diakibatkan terintrupsi air laut.

Dari kacamata lingkungan hidup seperti yang disampaikan oleh Direktur Walhi Riau Riko Kurniawan menilai salah satu yang menyebabkan kebun masyarakat terintrupsi air laut atau air asin dikarenakan terjadinya subsidensi gambut.

“Di inhil banyak kelapa yag tidak produktif, kebun warga terintrupsi air laut itu terjadi karena sbusidensi gambut. artinya danya kerusakan gambut, jika gambut itu rusak maka akan turun kualitas gambutnya,” ungkap Riko dalam diskusi bertajuk 'Partisipasi Publik Dalam Kebijakan Lingkungan Hidup da Konfres Masyarakat Pungkat Vs Perusahaan Tahun 2015' yang digelar oleh Lembaga Advokasi Lingkungan Hidup (LALH) di Pekanbaru, Selasa (24/03/2015).

Subsidensi gambut merupakan proses penurunan permukaan gambut yang diakibatkan penurunan kadar air dan peningkatan pH pada gambut tersebut. Kondisi tersebut diakibatkan oleh kegiatan pembukaan lahan gambut untuk keperluan pembangunan perkebunan dan HTI,  pembukaan tersebut dilakukan dengan pengatusan atau drainase yang berlebihan sehingga terjadi pemadatan dan subsidensi permukaan gambut.

”Inhil sudah melewati pase kedua dimana sudah turunnya permukanaan tanah, itu yang menyebabkan air asin masuk,” tambah Riko.

Sementara Deputi Lembaga Advokasi Lingkungan Hidup (LALH) Suryadi SH menilai visi misi Bupati Indragiri Hilir yang fokus ingin mengembalikan kejayaan Inhil sebagai hamparan kelapa terluas didunia akan sangat sulit jika dihadapkannya banyak perizinanan yang keluarkan pemerintah untuk perkebunan kelapa sawit. 

“Lahan dan kebun warga yang rusak banyak dijual ke perusahaan perkebunan sawit, ditambah perambahan hutan rawa gambut yang dilakukan perusahaan akan berdampak pada kerusakan lingkungan yang juga akan berdampak pada perkebunan kelapa masyarakat,” ungkap Suryadi. (ard)
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER