![]() |
| Foto: Kelapa bulan / Internet |
"Sampai saat ini belum ada upaya perbaikkan tata kelola niaga dari turunan kelapa di Inhil. Pemerintah masih saja sibuk berkutat pada peraturan-peraturan, tanpa ada perbaikan sistem tata niaga dari turunan kelapa," ujar Rudy seperti dimuat bertuahpos.com, Jumat (20/03/2015).
Padahal menurut Rudy, industri pengolahan buah kelapa adalah perusahaan padat karya. Dimana kondisi saat ini, sebagian besar industri kelapa di Inhil mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku kelapa bulat. Sedangkan buah kelapa bulat hasil panen masyarakat yang menjadi kebutuhan industri, selalu dilarikan ke pasar ekspor.
Selain itu, hingga saat ini, upaya untuk peremajaan perkebunan kelapa juga belum berjalan dengan baik. Dan akiibatnya produktivitas kelapa menurun.
"Apabila bahan baku semakin banyak dilarikan ke luar negeri, kita sebagai industri kelapa akan semakin menjerit sementara pemerintah menuntut produk," tambah Rudy. (bpc/ard)
