![]() |
| Jalan yang sudah retak diberi tanda, untuk dilakukan pengaspalan ulang/Goriau.com |
''Tanah kita ini lembek, jadi walaupun baru diaspal, tidak akan tahan lama. Apalagi kualitas aspalnya bukan yang nomor 1 kita gunakan, karena kualitas yang nomor 1 itu sangat mahal,'' ujar Fauzar menjelaskan kepada GoRiau.com saat ditemui usai mengikuti rapat di kantor Bupati Inhil.
Hal tersebut, dikatakan Fauzar diperparah dengan pembiaran truk-truk besar yang bebas keluar masuk, terutama di Jalan Abdul Manaf, yang mana jalan tersebut adalah salah satu jalan yang sudah mengalami kerusakan meskipun baru diaspal.
''Liat aja, truk-truk yang parkir di Jalan Abdul Manaf itu, besar-besar semua, padahal paling bisa masuk di Tembilahan ini, beban truk maksimal 8 ton,'' terangnya.
Meskipun demikian, ia mengatakan, selama jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan, maka akan menjadi tanggungan pihak kontraktor yang memperbaiki jika mengalami kerusakan.
''Pemeliharaannya itu selama 6 bulan, jadi jika rusak, mereka bertanggung jawab memperbaikinya. Pokoknya selama itu tanggung jawab mereka,'' jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan Inhil ini. (*)
Source: Goriau.com
