Kanal

Rapat Evaluasi Perizinan, Warga Pungkat Tegas Menolak PT SAL

INHILKLIK.COM, Tembilahan - Masyarakat Desa Pungkat dengan tegas menolak keberadaan PT Setia Agrindo Lestari (PT SAL) di desa mereka, karena dinilai lebih banyak mudharat daripada manfaatnya. 

Pernyataan sikap tegas ini disampaikan perwakilan warga dalam Rapat Evaluasi PT SAL yang diadakan Pemkab Inhil, Senin (29/9/14) bertempat di aula rapat Lantai V Kantor Bupati Inhil. 

Pertemuan ini dipimpin Wakil Ketua Tim Evaluasi, Fauzan didampingi Kabag Tata Pemerintahan, Yun Hawarius. Hadir juga Kepala Dinas Perkebunan, Mukhtar T, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Palrolrozi, Camat Gaung, Kades Pungkat dan para pejabat terkait lainnya. 

Sedangkan puluhan perwakilan warga Desa Pungkat didampingi kuasa hukum, Zainuddin SH dan Afrizal SH dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) serta Masyarakat Peduli Inhil (MPI). 

"Kami dengan tegas menolak keberadaan PT Setia Agrindo Lestari di Desa Pungkat," tegas Asmar, perwakilan warga saat membacakan pernyataan sikap penolakan di dalam rapat tersebut. 

Lanjutnya, alasan penolakan dikarenakan keberadaan perusahaan ini lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaat dan lahan yang dikuasai PT SAL tersebut merupakan sumber penghidupan mereka. 

Menanggapi aspirasi dan protes warga Desa Pungkat tersebut, maka Pemkab Inhil berusaha melakukan langkah penyelesaian konflik pertanahan dengan arif dan kalau memang setelah dilakukan pengecekan di lokasi oleh tim evaluasi ternyata lahan itu dapat mengganggu ekosistem dan merugikan masyarakat, maka lahan ini harus dipertahankan fungsinya sebagai kawasan hutan. 

"Kalau memang masyarakat Desa Pungkat tetap menolak PT SAL, Insya Allah, akan kami keluarkan (enclave) lahan tersebut," sebut Fauzan. 

Terkait laporan terbaru dari masyarakat bahwa saat ini pihak perusahaan kembali mendirikan base camp dan memasukkan 3 unit alat berat di lokasi yang disengketakan tersebut. Pihak Pemkab Inhil sudah memberikan 'warning' kepada pihak perusahaan agar tidak beraktifitas di lahan tersebut. 

"Saya sudah mengingatkan pihak perusahaan agar jangan mengadakan aktifitas terlebih dahulu di lahan tersebut, sampai permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik," tegasnya. (*)


Sumber: Riauterkini.com
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER