![]() |
| Ilustrasi/AP/UNICEF |
“Asia selatan adalah tempat paling berisiko untuk hamil dan melahirkan dengan angka kematian ibu tertinggi kedua di dunia,” kata Direktur UNICEF Asia Selatan Karin Hulshof, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat, 12 September 2014. Adapun posisi pertama jumlah kematian ibu terbanyak dipegang Afrika.
Laporan UNICEF berjudul “Memperbaiki Kehidupan Anak-anak, Mengubah Masa Depan” juga mengungkap 18 persen gadis di Asia selatan menikah sebelum usia 15 tahun. Laporan yang dibuat untuk menandai 25 tahun hak anak di Asia Selatan menyebut sebanyak delapan juta anak tidak memperoleh imunisasi.
Di sejumlah negara, perundang-undangan yang progresif telah dilakukan demi menegakkan hak hukum anak untuk memperoleh kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan pastisipasi. Akan tetapi, kemiskinan dan kesenjangan membuat jutaan anak di Asia selatan jauh dari kehidupan bermartabat. Mereka juga tidak memiliki kemampuan menentukan pilihan untuk masa depan mereka.
“Meski ada pertumbuhan ekonomi yang cepat di kawasan dan perbaikan berangsur-angsur untuk mewujudkan hak anak, kesenjangan masif masih ada. Kabar baiknya, kami tahu bagaimana dan apa pendekatan inovatif untuk membuat perubahan positif dalam hidup anak di Asia selatan,” Hulshof berujar. (AL JAZEERA/Tempo)
