Kanal

Indra Muklis Minta Bupati Inhil Besikap Arif Selesaikan Masalah Unisi

Indra Muklis Adnan/Kabarriau.com
INHILKLIK.COM, Pekanbaru - Mantan Bupati Inhil dua periode, DR H Indra Mucklis Adnan mengaku sedih mendengar berbagai persoalan yang membelit Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan yang digagas pada masa kepemimpinannya tahun 2008 silam.

Apalagi, Bupati Inhil, HM Wardan dinilai kurang peduli dengan keberadaan Unisi. Sehingga, sejumlah program Pemkab Inhil yang sifatnya mendukung kegiatan Unisi, tidak dilanjutkan lagi, termasuk program beasiswa abadi untuk ratusan mahasiswa miskin yang berprestasi.

"Saya berharap Bupati Wardan dapat bersikap arif dan bijaksana untuk menyelesaikan masalah Unisi. Ribuan putra-putri Inhil mengantungkan masa depannya di sana. Jangan hanya gara-gara berbeda pandangan politik, Unisi jadi korban," kata Indra kepada GoRiau.com, baru-baru ini.

Terkait kebijakan Wardan memanggil Rektor Unisi, Ririn Handayani beberapa waktu lalu, menurut Indra, hal itu tidak tepat. Karena, semua kebijakan yang ada di Unisi merupakan tanggungjawab pihak Yayasan Tasik Gemilang yang menaungi Unisi.

"Tugas Bu Ririn hanya sebatas proses perkuliahan, kalau memutuskan suatu kebijakan itu tugas Yayasan Tasik Gemilang," jelasnya.

Selain itu, Indra juga menyarankan Wardan untuk melanjutkan program beasiswa abadi untuk mahasiswa Unisi berprestasi, yang berasal dari keluarga kurang mampu.

"Sejak tahun 2008, ada namanya program beasiswa abadi untuk mahasiswa miskin yang berprestasi. Dana beasiswa abadi ini kita titip di Bank Riau-Kepri Tembilahan. Setiap tahun, kita alokasikan untuk membantu warga miskin yang anaknya kuliah di Unisi. Kalau program ini tak dilanjutkan Wardan, kasihan sekali, mungkin ada ratusan mahasiswa yang putus kuliah. Saya harap Wardan bersikap arif melihat keberadaan Unisi ini," kata Indra.

Dikatakan Indra, pendidikan merupakan salah satu program pembangunan berkelanjutan untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, dibutuhkan waktu puluhan tahun bagi Inhil untuk menyiapkan SDM handal dan mumpuni untuk membangun daerah ini.

"Kita menciptakan SDM lho, mana bisa instan, butuh waktu lama. Makanya peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk mendukung program berkelanjutan ini, meskipun pemimpinnya berganti-ganti. Hanya dengan pendidikan, suatu peradaban itu bisa dirubah. Kalau saja nantinya mahasiswa tinggal 10 orang, saya tak akan tutup Unisi, tapi mudah-mudahan ini tak terjadi, apalagi kalau Bupati Inhil bersikap bijaksana," tegas Indra.(*)


Sumber: Goriau.com
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER