![]() |
| Fitrawir Armadani/Istimewa |
(Mahasiswa fakultas teknik dan ilmu komputer UNISI, Mantan gubernur Fakultas teknik periode 2012)
UNISI “Universitas islam Indragiri” merupakan satu-satunya universitas yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, yang sudah berdiri selama enam tahun, dan jumlah Mahasiswanya hari ini mencapai 6.000 Mahasiswa.
Semesetinya UNISI menjadi kebanggaan masyarakat INHIL dimana merupakan lembaga tempat masyarakat dan anak daereh untuk melanjutkkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dan semsetinya keberadaan UNISI turut dan mampu meningkatkan SDM (sumber daya manusia) Masyarakat INHIL.Berbicara tentang Lembaga perguruan tinggi, berarti kita berbicara tentang berbagai koponen yang ada didalamnya.
Yang saya tau, kampus itu tersusun oleh Mahasiswa, dosen-dosen, struktur dekanat, rektorat dan yang lainnya. Semuanya seharusnya menjadi satu kesatuan yang sinergis dan berjalan beriringan.Namun yang terjadi hari ini, UNISI mengalami kemunduran baik secara popularitasnya dimasyarakat, kunatitas Mahasiswanya, dan kualitas aktivitas belajar mengajarnnya, belum lagi masalah internal.
Dengan permasalahan yang kompleks, semestinya semua pihak berbenah diri, menghilangkan segala ego kelompok dan pribadi. Hari ini, jumlah mahasiswa baru yang masuk ke UNISI jauh menurunnya di bandingkan sebelumnya. Masyarakat seakan tidak percaya untuk kuliah di UNISI dan begitu juga dengan para orang tua, yang kurang kepercayaan terhadap UNISI.
Hal ini di dasari oleh, isu dan realita yang masyakat dengar dan masyarakat lihat segala tentang UNISI, terlepas benar dan salahya ini salah satu pernyataan klasik yang selalu saya dengar dikalangan masyarakat.Dan saya selaku Mahasiswa, merasakan dampak dari ketidak percayaan masyarakat terhadap UNISI, karena setiap orang yang saya dengar membicarakan UNISI, semua cenderung tidak percaya dan menyayangkan dengan kondisi yang sekarang.
Belum lagi isu tentang hubungan UNISI terhadap pemerintah daerah. Saya selaku mahasiswa, berharap UNISI segera keluar dari masalah ini. UNISI harus kembali seperti sediakala, dimana menjadi harapan masyarakat sebagai lembaga tempat melanjutkan pendidikan dan yang mengharumkan nama Daerah.
Jika kita mampu berfikir jernih kita akan melihat semuanya denga profesional dan proposional. Melihat permasalahan tidak dengan menggunakan kaca mata kuda yang membuat kita subjektif dan akan cenderung negatif. Lihatlah permahasahan dengan sudut padang yang berbeda atau lebih luas, sehingga membuat kita lebih objektif.
Salah satu hal yang sering kita lakukan adalah ketika kita membandingkan kampus kita dengan kampus lain, itu tidak salah tapi dengan satu catatan kita harus bijak dalam membandingkannya. kita harus membandingkan apple to apple jangan kita membandingkan apple with orange pasti warna dan manisnya berbeda. Saya dan kawan-kawan mahasiswa lainnya sangatlah mencintai UNISI, Karena itu sampai hari ini, saya tetap menyampaikan pesan-pesan positif dan mengajak kawan-kawan calon mahasiswa untuk berkuliah di UNISI.
Di usia UNISI yang masih tergolong muda, tentunya kita harus sadari, tidak mudah membangun lembaga pendidikan yang baik dan berkualitas. Namun semuanya harus serius didalam memajukan UNISI, terlebih lagi bagi pihak Yayasan dan Rektorat.
Dan lembaga pendidikan tidak bolah di masuki kepentingan kelompok dan golongan, apa lagi berpolitik didalamnya. Dan kami sebagai mahasiswa tentunya bangga terhadap UNISI. Kebanggan itu lahir kalau ada sesuatu yang bisa dibanggakan. Semua elemen harus berjalan beriringan dan niat yang kompak untuk memajukan UNISI.
Setiap Perguruan tinggi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Termasuk, Universitas islam Indragiri yang sejatinya kita banggakan. Masih banyak yang harus diperbaiki, mulai dari manajemen kampus, fasilitas pendidikan, hubungan pejabat sruktural, dosen dan para mahasiswanya.
Sehingga hubungan yang tercipta bisa seperti hubungan dalam keluarga besar yang tinggal dalam satu atap. Bahkan, hubungan itu bisa berlanjut saat kita semua tidak lagi berada dikampus. UNISI harus segera memperbaiki citra, namun tidak pencitraan. (*)
