| rri.co.id |
Menanggapi rencana tersebut, Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, Mahdi Muhammad, Senin (8/9/2014) menyebutkan jika pemerintah menaikkan harga BBM, maka Riau akan mengalami inflasi sebesar 2,28 persen.
"BI Riau sudah membuat simulasi terhadap dampak kenaikan harga BBM bersubsidi berdasarkan tiga opsi besarnya angka kenaikan. Opsi pertama, jika BBM bersubsidi naik sebesar Rp 1.000 per liter maka dampaknya terhadap inflasi akan bertambah 0,77 persen dibandingkan kondisi normal," jelansya.
Kemudian, opsi kedua apabila kenaikan terjadi pada bulan September, maka inflasi yang saat kondisi normal mencapai satu persen akan meningkat jadi 1,77 persen.
"Apabila harga naiknya Rp 2.000 per liter maka dampaknya terhadap inflasi Riau bisa mencapai 1,53 persen dan dampak langsungnya mencapai 1,24 persen dan dampak tak langsung sebesar 0,29 persen," urainya.
Sedangkan opsi ketiga atau kenaikan tertinggi sebesar Rp 3.000 per liter maka dampak inflasi Riau akan bertambah 2,28 persen dengan dampak langsungnya mencapai 1,86 persen dan dampak tak langsungnya 0,42 persen. (rri.co.id)