| Pekerja mempersiapkan gelang yang akan digunakan para jemaah calon haji./Viva.co.id |
Para perajin atau pembuat gelang haji di Asrama Haji Medan mengaku harus pandai-pandai menyiasati nama yang terlalu panjang dalam ruang yang terbatas pada sebuah gelang haji.
Mereka, yang didatangkan dari Jepara, Jawa Tengah, sudah memanfaatkan teknologi komputer dan tak lagi secara manual mengerjakan gelang haji tiap-tiap jemaah. Tapi, mereka tetap harus secara manual menyingkat atau menghilangkan bagian nama yang dipandang tak perlu.
Seperti diketahui, nama-nama masyarakat di Sumatera Utara bisa lebih dari dua kata. Belum lagi kalau ditambah nama marga dan penambahan bin/binti sebagai nama bawaan orangtua. Sedangkan ukuran gelang haji berbahan logam itu hanya berdiamter 7 centimeter atau panjang 22 centimeter.
Gelang haji itu wajib digunakan oleh tiap-tiap jemaah dan tak boleh dilepas selama berada di Tanah Suci selama sebulan penuh. Gelang itu memiliki kegunaan untuk memudahkan mengidentifikasi jamaah yang tersesat atau terpisah dari rombongan.
Menurut koordinator pemasangan gelang di Asrama Haji Medan, gelang-gelang itu berbeda bagi tiap negara, agar mudah membedakannya dan menurut kualitasnya. (viva)