![]() |
| Goriau.com |
"Sudah seminggu ini susah sekali dapatnya," kata Aini kepada GoRiau.com, Minggu (7/9/2014).
Kondisi seperti ini tentu saja mengkhawatirkan bagi Aini. Pasalnya, usaha yang dijalankan wanita paruh baya ini sangat bergantung pada tabung elpiji 3 kg.
"Karena ini warung kecil-kecilan makanya saya pakai gas yang 3 Kg, kemarin pernah pakai yang 12 Kg, namun selain mahal isinya sering gak penuh. Jadi rugi belinya" terang dia.
Ia juga mengeluhkan dengan tingginya harga elpiji sejak sulit didapatkan, harga elpiji 3 kg yang dibelinya meningkat menjadi Rp25 ribu per tabung. "Harganya jauh kali naiknya, biasa cuman Rp16 ribu saja" ungkap Aini lagi.
Sementara itu, salah seorang pengecer elpiji, Saidi mengatakan. Kelangkaan elpiji terjadi karena meningkatnya jumlah pemakai gas yang tabungnya berwarna hijau ini.
''Ini karena banyak yang pakai, orang kaya juga pada pakai elpiji. Padahal ini kan disubsidi Pemerintah untuk warga menengah kebawah saja,'' jelas dia.(ayu)
Sumber: Goriau.com
