![]() |
| Annas Urbaningrum/Antara |
INHILKLIK.COM, Jakarta - Terdakwa perkara dugaan penerimaan hadiah terkait pembangunan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Anas Urbaningrum, berulangkali berusaha meyakinkan bahwa mobil Toyota Harrier bukanlah pemberian sebagaimana dalam dakwaan.
Melainkan, dibeli menggunakan uang sebesar Rp 250 juta yang diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Bahkan, dalam usahanya meyakinkan persidangan, Anas menyebut pemberian uang Rp 250 juta tersebut disaksikan oleh Ibu Negara, yaitu Ani Herawati Yudhoyono.
"Yang menyaksikan (pemberian uang) Ibu," kata Anas dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/9) malam.
Untuk menegaskan, hakim anggota Prim Haryadi kembali menanyakan siapa yang dimaksud terdakwa dengan "ibu" tersebut.
Langsung dijawab lugas oleh Anas bahwa yang dimaksudnya dengan "ibu" adalah Ani Yudhoyono.
"Ibu Ani," jawab Anas dengan singkat.
Sebelumnya, Anas memang sempat mengungkapkan bahwa uang pembelian Harrier sebesar Rp 200 juta yang diberikan kepada Nazaruddin berasal dari pemberian Presiden SBY karena membantu dalam pemilihan presiden (Pilpres) tahun 2009.
"Saat pilpres 2009, saya dapat tugas tambahan khusus untuk siapkan justifikasi intelektual bahwa SBY layak untuk dipilih kembali pada periode kedua. Salah satunya buat buku Bukan Sekedar Presiden. Jadi ini kampanye intelektual bahwa SBY bukan sekedar pemimpin," ungkap Anas.
Kemudian, Anas juga mengaku membuat penjelasan intelektual dan ilmiah kenapa SBY dan Demokrat menang tahun 2009.
Mengingat, pasca pemilihan legislatif (pileg) tahun 2009, suara Demokrat melonjak tiga kali lipat dan ada digemborkan ada persoalan DPT (Daftar Pemilih Tetap).
Untuk itu, Anas mengaku membuat buku Revolusi Sunyi yang merupakan penjelasan ilmiah melonjaknya suara Demokrat.
"Pada bulan Agustus 2010, saya ingat betul dapat tanda terimakasih Rp 250 juta dari SBY. Yang Rp 200 juta, saya serahkan ke Nazaruddin untuk uang muka pembelian Harrier," ujar Anas.
Bahkan, Anas menyebut beberapa kali menerima sejumlah uang dari SBY pada tahun 2009. (*)
Sumber: beritasatu.com
