![]() |
| Gedung Bareskrim Mabes Polri di Jakarta Selatan/Okezone |
"Benar ada laporan yang masuk. Melaporkan tindakan pelecehan seksual oleh Gubernur Riau," kata Ronny, Selasa (2/9/2014).
Menurut Ronny, kepolisian masih mendalami laporan tersebut. Rencananya, Kamis pekan ini polisi akan mendengarkan keterangan saksi pelapor yang menjadi korban, dan keterangan saksi lainnya yang dapat mendukung laporan kasus tersebut.
"Kamis nanti akan kita panggil dan ambil keterangan pelapor dan saksi-saksi untuk mendalami kasus ini, ujar Ronny.
Pelapor sekaligus korban yakni putri tokoh pendidikan di Riau inisial WW. Dalam laporannya, WW mengungkapkan kejadian memalukan itu terjadi pada 30 Mei 2014. Saat itu, menjelang salat Jumat WW menghadap sang gubernur untuk mengurus administrasi seminar.
Namun, karena waktu mepet, urusan tersebut tidak selesai. Annas meminta korban datang ke rumah pribadinya di Jalan Belimbing, Pekanbaru.
Saat tiba di rumah tersebut, korban diterima oleh seorang laki-laki yang merupakan pembantu rumah tangga Annas Maamun.
Annas dan WW berbicara di ruang tamu untuk memperlihatkan surat-surat yang belum sempat ditandatangani pada pertemuan sebelumnya.
Ketika korban mengambil alat tulis untuk meneken dokumen ke mobilnya, sekembalinya ke dalam rumah pembantu Annas mengarahkannya untuk naik ke lantai atas.
Dalam pertemuan itu, Annas mengeluarkan uang Rp10 juta dari kaus kakinya yang katanya untuk keperluan acara yang sedang digagas WW.
Saat korban hendak pamit, Annas mendekatinya sembari mengatakan ada kamar kosong di belakang rumahnya. Korban kemudian diajak Annas ke sebuah kamar yang berada di atas tangga sebelah kiri ruangan.
Namun, setelah keduanya di dalam kamar, Annas langsung membuka resleting celananya. Korban mengaku terkejut namun tangan kanannya langsung ditarik Annas dengan paksa dan diarahkan untuk memegang bagian terlarang tubuh gubernur. (Okezone)
