Kanal

5 Kontroversi Gubernur Riau Annas Maamun

5 Kontroversi Gubernur Riau Annas Maamun
Annnas Maamun/Populer Indoesia
INHILKLKIK.COM - Gubernur Riau Annas Maamun yang baru menjabat sekitar 6 bulan sudah menimbulkan banyak kontroversi di Bumi Lancang Kuning itu. Sebelum menggantikan gubernur sebelumnya, Rusli Zainal, yang terjerat kasus korupsi, Annas Maamun pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kab Bengkalis, Ketua DPRD Kab Rokan Hilir, dan Bupati Rokan Hilir. Sejak dilantik pada 19 Februari 2014, inilah 5 kontroversi Gubernur Riau Annas Maamun.

1. Berkata Kasar “Pant*k” kepada Wartawan

Pada tanggal 17 April 2014, 2 bulan setelah dilantik, Gubernur Riau (Gubri) Annas Maamun membuat kontroversi pertama. Dalam kunjungan ke KPU Riau itu, wartawan bertanya kepada Gubri Annas Maamun tentang pengangkatan anak menantu dan beberapa keluarganya di beberapa posisi penting pemerintahan Provinsi Riau. Gubri Annas Maamun berkata kasar, “Jangan dinasti-dinasti lagi, Pant*k!” Pant*k adalah kata kasar yang digunakan di daerah Sumatera Bagian Tengah. Tuduhan dinasti politik dianggap wajar karena sehari sebelumnya, banyak kerabat Annas Maamun diberi jabatan penting.

Sebelumnya, Fitriana (putri) menjabat Kepala Seksi Mutasi dan Non Mutasi Badan Kepegawaian Daerah Riau. Winda Desrina (putri) menjabat Kepala Seksi Penerimaan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Daerah Riau. Noor Charis Putra (putra) menjabat Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum. Dwi Agus Sumarno (menantu) menjabat Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Riau. Syaifuddin (ipar) menjabat Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bagian Kas Daerah Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Riau. Maman Supriadi (menantu) menjabat manajer PSPS Riau.

2. Kasus Ijazah Palsu Anak Annas Maamun

Masih berkaitan dengan tudingan dinasti politik pada awal-awal masa jabatan, kini Annas Maamun terseret kasus yang menimpa putranya. Ternyata “dinasti politik” tidak hanya di Pemprov Riau tapi juga di Rokan Hilir, di mana Annas Maamun pernah menjadi Ketua DPRD dan Bupati. Awal bulan Agustus 2014 ini, polisi mengusut dugaan ijazah palsu Erianda, putra Gubri Annas Maamun yang saat ini menjabat Wakil Bupati Rokan Hilir. Faisal, pelapor atas perkara itu, mengatakan tanggal kelulusan Erianda di STIE YAI tidak ada pada sistem database perguruan tinggi tersebut. “Kemudian nama Erianda tidak tercantum dalam serah terima ijazah. Terakhir, jumlah SKS tidak terpenuhi, dimana dari 156 SKS cuma 150 yang baru terpenuhi,” kata Faisal pada tanggal 5 Agustus 2014.


3. Diberi Hadiah Al-quran Saat Sambutan Sidang Paripurna

Kontroversi ketiga terjadi ketika Gubri Annas Maamun hendak menyampaikan sambutan dalam acara sidang paripurna istimewa HUT Riau ke-57 di Gedung DPRD Riau pada 9 Agustus 2014. Setelah naik podium dan hendak berpidato tiba-tiba tiga mahasiswa yang duduk di bagian belakang berlari ke depan dan menyeruduk Gubri Annas Maamun. Salah satu dari tiga mahasiwa yang menggunakan jas almamater salah satu universitas Riau itu memegang Alquran. Alquran itu tampak akan diberikan kepada Gubri Annas Maamun namun petugas Satpol PP bergerak cepat dan mengamankan ketiga mahasiswa tersebut. Belakangan diketahui, mahasiswa yang membawa Alqurna itu adalah Zulfa Heri Presiden BEM Unviersitas Riau. Zulfa Heri mengatakan, “Banyak-banyak membaca ayat Allah agar bisa kembali ke jalan yang benar.”


4. Kasus Penganiayaan oleh Putra Annas Maamun

Tidak hanya diserang isu ijazah palsu, Erianda (putra Annas Maamun) juga diisukan pernah melakukan penganiayaan terhadap mantan istrinya. Mantan istri Erianda, Ulva Dayani, sendiri yang melaporkan kasus penganiayaan itu ke polisi. Selain itu, Ulva Dayani juga melaporkan kasus penutupan akses bertemu dengan anak-anaknya setelah bercerai padahal menurut sidang cerai tahun 2011 Ulva Dayani seharusnya mendapatkan hak asuh salah satu dari dua anaknya. “Waktu saya bercerai dengan Erianda beberapa tahun lalu, saya hanya dibagi harta gono-gini sebidang tanah yang tidak luas. Bahkan cincin kawinpun dimintanya. Padahal hanya sekitar dua emas,” kata Ulva Dayani. Ulva Dayani juga memperkuat dugaan ijazah palsu karena selama berpacaran dan menikah dengan Erianda, Ulva Dayani tidak pernah melihat Erianda wisuda.


5. Kasus Pelecehan Seksual terhadap Wide Wirawaty

Tanggal 27 Agustus 2014, Gubri Annas Maamun kembali membuat kontroversi karena isu pelecehan seksual yang dilakukan dirinya.Pada hari itu,Wide Wirawaty melaporkan Gubri Annas Maamun ke Bareskrim Polri dengan perkara tindak pidana dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul, diancam karena melakukan perbuatan yang menyerang kehormatan kesusilaan. Wide Wirawaty adalah putri tokoh pendidikan Riau yang juga mantan anggota DPD RI Soemardi Thaher. Wide Wirawaty awalnya menjadi tutor kepala pada pelatihan bahasa Inggris untuk eselon II dan III di Pemprov Riau. Setelah Annas Maamun menjadi gubernur, Wide Wirawaty menghadap dan membawa proposal kegiatan pelatihan dan seminar. Menurut dia, respon Annas sangat positif untuk mendukung kegiatan itu, bahkan menjanjikan akan mengangkat Wide sebagai staf khusus gubernur. (Populer Indonesia)
Ikuti Terus InhilKlik

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER